Istri Makin Sibuk Kerja di Pabrik, PKK Batang Wanti-wanti Suami Wajib Bantu Asuh Anak Cegah Konflik

Istri Makin Sibuk Kerja di Pabrik, PKK Batang Wanti-wanti Suami Wajib Bantu Asuh Anak Cegah Konflik
NOVIA ROCHMAWATI KUNJUNGI - Ketua TP PKK Batang Faelasufa Faiz Kurniawan saat mengunjungi salah satu PAUD di Batang.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, BATANG – Momentum Hari Kartini ke-147 di Kabupaten Batang tak sekadar jadi ajang seremonial belaka. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang secara tegas menyoroti fenomena makin banyaknya perempuan yang kini unjuk gigi dan berdaya merintis karir di sektor industri.

Namun, di balik kemandirian finansial tersebut, ada ancaman “beban ganda” yang mengintai jika tak dibarengi dengan dukungan penuh dari ekosistem keluarga!

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Batang, Faelasufa Faiz, secara blak-blakan melontarkan wanti-wanti keras. Ia menyoroti tajam pentingnya pembagian tugas domestik yang lebih setara di rumah. Artinya, para suami atau ayah diwajibkan ikut turun tangan mengambil peran dalam urusan pengasuhan anak.

Baca Juga:Viral Video Pribadi Warga Bandar Batang Bocor, Polisi Buru Pelaku PenyebarnyaKejutan Muscab! Niken Larasati Mundur dari Bursa Ketua PKB Kendal, Pilih Fokus Urus Muslimat NU

Menurut Faelasufa, sekadar mendorong perempuan masuk ke kerasnya dunia kerja rupanya belumlah cukup. Kaum hawa butuh ditopang dengan fasilitas nyata, salah satu yang paling krusial adalah ketersediaan tempat penitipan anak (day care) yang murah dan gampang dijangkau.

“Tanpa support system yang kuat seperti childcare yang affordable, perempuan akan menghadapi beban ganda yang berpotensi memicu persoalan sosial, termasuk konflik rumah tangga,” beber Faelasufa memberikan peringatan keras.Bupati Jamin Peluang Kerja Setara Tanpa Pandang Bulu

Sementara itu, Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, turut angkat bicara. Ia memastikan bahwa gerbang kawasan industri di wilayahnya terbuka sangat lebar bagi siapa saja yang punya kompetensi, tanpa pandang bulu soal urusan gender! Pemkab terus menggenjot peningkatan kapasitas angkatan kerja lewat berbagai pelatihan.

Lebih dari itu, Pemkab Batang ternyata juga tengah membuka peluang untuk meracik kebijakan afirmatif guna memperkuat dan mengamankan posisi perempuan di dunia kerja. Tentu saja, dukungan kebijakan pro-perempuan ini bakal disesuaikan dengan kondisi kekuatan fiskal daerah.

Melalui spirit Hari Kartini ini, Pemkab Batang tak cuma sekadar berkoar soal kesetaraan gender, tapi mendesak terciptanya ekosistem pendukung yang nyata. Harapannya jelas, agar perempuan Batang bisa berkontribusi maksimal membangun daerah tanpa harus mengorbankan keharmonisan bahtera rumah tangganya! (nov)

0 Komentar