RADARPEKALONGAN.ID, KENDAL – Penguatan fondasi perekonomian daerah melalui ketersediaan data yang akurat menjadi fokus utama Badan Pusat Statistik (BPS) dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Kendal. Guna mewujudkan hal tersebut, BPS terus memperkuat kolaborasi lintas sektor bersama instansi pemerintah, perbankan, dan insan media.
Sinergi strategis ini dibangun untuk mendorong tingkat partisipasi para pelaku usaha di wilayah Kendal. Upaya kolaboratif tersebut dibahas secara mendalam dalam agenda sosialisasi yang diselenggarakan di Aula BPS Kabupaten Kendal, Rabu (22/4/2026).
Kegiatan ini turut melibatkan sejumlah pemangku kepentingan, antara lain Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kendal, Forum Wartawan Kendal, serta Bank Syariah Indonesia (BSI) KCP Weleri.
Baca Juga:Fakta Baru Kasus Asusila Anak SMP di Bawang Batang, Pelaku Diduga Tetangga SendiriMelesat, Program Makan Bergizi Gratis Kendal Penuhi 175 Titik Layanan untuk 242.902 Warga
Kepala BPS Kabupaten Kendal, Ade Sandi Parwoto, menegaskan bahwa indikator keberhasilan sebuah sensus ekonomi tidak semata-mata bergantung pada proses pencacahan angka di lapangan. Lebih dari itu, tingkat kepercayaan publik terhadap pengelolaan data memegang peranan yang sangat krusial.
“Media memiliki peran strategis sebagai jembatan antara data dan kepercayaan publik. Dari sinilah partisipasi pelaku usaha dapat tumbuh dan ekonomi daerah bisa dipetakan secara lebih akurat,” ujar Ade Sandi memberikan penegasannya.
Instrumen Kebijakan dan Jaminan Keamanan Data
Dalam perspektif makroekonomi, Sensus Ekonomi 2026 merupakan instrumen vital untuk memotret struktur usaha, skala bisnis, hingga mengidentifikasi potensi sektor-sektor unggulan di daerah. Hasil pendataan kelak akan menjadi pijakan utama bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan, merencanakan iklim investasi, serta memperkuat daya saing ekonomi lokal.
Oleh karena itu, BPS Kendal mendorong peran aktif media massa untuk mengakselerasi keberhasilan sensus melalui penyebaran informasi yang masif. Media diharapkan mampu memberikan edukasi kepada publik menggunakan bahasa yang mudah dicerna.
Selain itu, media juga bertugas membangun kepercayaan di tengah masyarakat bahwa data yang dihimpun oleh petugas sensus dijamin kerahasiaannya dan sama sekali tidak berkaitan dengan kepentingan penarikan pajak.
BPS mengimbau seluruh pelaku usaha untuk berpartisipasi aktif dan memberikan keterangan yang objektif agar data yang dihasilkan benar-benar merepresentasikan kondisi perekonomian riil di lapangan.
