RADARPEKALONGAN.ID, BATANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang, Jawa Tengah, menggelar Tes Kemampuan Akademik (TKA) tingkat Sekolah Dasar (SD) yang berlangsung pada 20 hingga 30 April 2026. Langkah strategis ini dieksekusi guna mendongkrak kualitas pendidikan dasar sekaligus mengukur kompetensi siswa secara objektif.
Nantinya, hasil asesmen dari TKA ini akan difungsikan sebagai salah satu acuan utama untuk memetakan penempatan siswa dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Kepala Disdikbud Kabupaten Batang, Bambang Suryantoro Sudibyo, menyatakan bahwa TKA sengaja dirancang untuk membangun iklim kompetisi akademik yang sehat di antara para peserta didik. Sistem ini dinilai mampu memotret capaian belajar siswa secara lebih presisi dibandingkan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) tahun sebelumnya yang cenderung menunjukkan angka kelulusan tinggi secara pukul rata.
Baca Juga:Mantap! TNI Turun Gunung Kebut Pengaspalan Jalan di Noyontaansari Pekalongan Lewat TMMD Sengkuyung IIFakta Baru Kasus Asusila Anak SMP di Bawang Batang, Pelaku Diduga Tetangga Sendiri
“Dengan TKA, akan terlihat perbedaan antara siswa yang benar-benar belajar dan yang tidak. Nilainya mencerminkan kemampuan masing-masing,” kata Bambang saat meninjau langsung pelaksanaan ujian di SDN Kandeman 2, Rabu, 22 April 2026.
Lebih lanjut, Bambang merinci mekanisme penilaian akhir yang akan diterapkan. Skema penentuan kelulusan siswa nantinya akan menggabungkan dua variabel, yakni komposisi 60 persen dari hasil nilai TKA dan 40 persen dari nilai rapor siswa.
Dalam pelaksanaannya di lapangan, Bambang tak menampik adanya sejumlah kendala teknis, terutama menyangkut keterbatasan infrastruktur komputer atau laptop. Guna menyiasati hal tersebut, pihak sekolah memberlakukan sistem sif.
“Tidak semua sekolah memiliki fasilitas yang memadai. Misalnya di sini ada 30 siswa, sehingga dibagi menjadi dua sesi, masing-masing 15 siswa,” ujarnya menjelaskan mitigasi kendala.
Kesiapan Sekolah dan Target Mata Pelajaran
Di lokasi yang sama, Kepala SDN Kandeman 2, Kusmiati Andraeny, memastikan bahwa pelaksanaan TKA hari pertama bagi seluruh siswa kelas VI di sekolahnya berjalan lancar tanpa hambatan berarti. Pihaknya juga telah menyiapkan skenario cadangan apabila terjadi gangguan infrastruktur dasar.
“Kami berharap pelaksanaan ke depan tetap berjalan lancar. Jika terjadi kendala seperti listrik padam, kami sudah menyiapkan alternatif lokasi,” tuturnya.
Kusmiati mengakui bahwa dinamika persiapan TKA tahun ini terasa lebih ketat jika dikomparasikan dengan pelaksanaan ANBK. Hal ini lantaran jadwal TKA berhimpitan dengan agenda akademik lainnya, seperti ujian praktik, try out, dan ujian sekolah.
