KENDAL. Kasus yang mencuat di sejumlah layanan penitipan anak (day care) di Yogyakarta memicu sorotan serius.
Pengasuh Ponpes Asrama Perguruan Islam Tegalrejo Magelang sekaligus Pembina Forum Guyub Nusantara, KH Yusuf Chudlori, menegaskan perlunya pembenahan menyeluruh sistem pengasuhan anak di Indonesia.
Iamenyebut, peristiwa tersebut membuka celah besar dalam aspek regulasi, perizinan, hingga pengawasan layanan day care.
Baca Juga:ART Asal Batang Meningal Usai Lompak dari Lantai 4 Rumah Kos, Anggota DPR RI Rizal Bawazier Desak Polisi UsutKena Sanksi Pengelolaan Sampah, Pemkab Kendal Siapkan Kirim 100 Ton per Hari ke Semarang untuk Energi
“Negara harus hadir secara nyata. Ini menyangkut keamanan dan kualitas pengasuhan anak, tidak boleh ada celah,” tegasnya kepada sejumlah media di Kendal, Selasa (28/3/2026).
Menurutnya, pemerintah perlu segera menyusun regulasi yang komprehensif disertai penegakan ketat di lapangan. Sistem perizinan juga harus diperketat agar seluruh layanan beroperasi secara legal dan memenuhi standar minimum.
“Tata kelola harus dibenahi, akuntabilitas diperkuat, dan pemantauan dilakukan berkala oleh dinas terkait. Ini soal keselamatan anak-anak kita,” ujarnya.
Selain peran pemerintah, ia mendorong keterlibatan masyarakat dalam menghadirkan solusi alternatif. Lembaga berbasis komunitas seperti pesantren, masjid, dan mushola dinilai memiliki potensi besar menjadi bagian dari layanan pengasuhan yang aman dan terjangkau.
Ia mengusulkan pengembangan layanan berbasis komunitas dengan standar operasional jelas, melibatkan tenaga profesional, serta bersinergi dengan instansi terkait seperti dinas pemberdayaan perempuan dan tenaga kerja.
“Perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama. Kolaborasi harus diperkuat agar tercipta ekosistem pengasuhan yang aman, terpercaya, dan berkelanjutan,” pungkasnya. (fur)
