RADARPEKALONGAN.ID, BATANG – Sebuah video aksi nekat seorang pengendara sepeda motor yang menerobos masuk ke ruas Jalan Tol Batang-Semarang melalui Gerbang Tol (GT) Kandeman menjadi sorotan publik. Peristiwa yang terjadi pada Jumat (15/5/2026) siang tersebut memicu kepanikan dan diwarnai aksi pengejaran dramatis oleh petugas jalan tol.
Berdasarkan kronologi kejadian, insiden bermula sekitar pukul 12.15 WIB. Kehadiran kendaraan roda dua di jalur masuk (entrance) GT Kandeman langsung disadari oleh petugas yang tengah berjaga. Meski petugas telah berteriak memberikan peringatan dan berupaya menghentikan laju kendaraan, pemotor tersebut tetap melaju kencang memasuki area bebas hambatan.
Merespons pelanggaran tersebut, prosedur darurat langsung diaktifkan. Laporan diteruskan secara berjenjang kepada armada Mobile Customer Service (MCS), petugas keamanan, serta Sentra Komunikasi Tol Batang-Semarang guna melacak keberadaan pemotor.
Baca Juga:Pria Batang Aniaya Mantan Istri Pakai Pecahan Botol, Pelaku Diringkus di Cikarang Kurang dari 24 JamEkonomi Tumbuh Pesat, Wamen PKP Soroti Penataan Hunian dan 30 Ribu RTLH di Kendal
Berdasarkan pantauan kamera pengawas (CCTV) pada pukul 12.35 WIB, pengendara motor tersebut terpantau telah melaju hingga KM 352 A dan terus mengarah ke timur. Pengejaran intensif yang dilakukan oleh petugas patroli akhirnya membuahkan hasil di sekitar KM 353 A.
Proses penghentian berlangsung cukup dramatis karena turut dibantu oleh sejumlah pengguna jalan tol lainnya yang ikut menghalangi laju motor demi mencegah terjadinya kecelakaan fatal. Tepat pada pukul 13.00 WIB, pengendara beserta sepeda motornya berhasil dievakuasi ke Kantor GT Kandeman untuk menjalani pemeriksaan.
Alasan Tidak Tahu dan Respons Pengelola Tol
Saat dimintai keterangan, pengendara tersebut berdalih tidak menyadari bahwa jalur yang ia lewati adalah jalan tol. Ia juga mengaku tidak mendengar peringatan dari petugas maupun bunyi klakson dari kendaraan roda empat di sekitarnya.
Pihak pengelola kemudian berkoordinasi dengan kepolisian setempat. Pengendara tersebut tidak dijatuhi sanksi penahanan, melainkan diberikan teguran keras serta edukasi terkait larangan kendaraan roda dua melintas di jalan tol sesuai dengan regulasi keselamatan lalu lintas.
Menanggapi insiden yang sempat viral tersebut, manajemen PT Jasamarga Semarang Batang (JSB) menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan lalu lintas yang sempat terjadi. Direktur Utama PT JSB, Nasrullah, menegaskan komitmen pihaknya untuk memperketat standar pengawasan di setiap pintu masuk tol.
