RADARPEKALONGAN.ID, KAJEN – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Timur terus mengintensifkan pendekatan sosial guna mengoptimalkan komoditas kehutanan. Melalui jajaran Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Doro, otoritas pengelola hutan tersebut menggelar dialog humanis bersama para pekerja penyadap getah di wilayah pemangkuan hutan Doro, Kabupaten Pekalongan.
Agenda dinas ini dirancang untuk mempererat hubungan kemitraan struktural serta memotong sumbatan komunikasi antara jajaran manajemen Perhutani dengan para mitra pekerja di lini lapangan.
Intervensi persuasif ini dilakukan secara langsung di dalam kawasan hutan produksi dengan menemui salah satu penyadap senior, Munari. Dalam kesempatan tersebut, Kepala BKPH Doro, Slamet Suprianto—yang bertindak mewakili Administratur KPH Pekalongan Timur, Haris Setiana—melakukan peninjauan terkait dinamika aktivitas penyadapan getah pinus, hambatan teknis operasional, serta proyeksi kesejahteraan para pekerja.
Baca Juga:Sah! Wali Kota Aaf Resmikan Gedung Baru PMI Kota Pekalongan, Fasilitas Canggih dan Siap Akreditasi CPOBTarget Eliminasi 2030, Dinkes Batang Temukan 451 Kasus TBC dan Gencarkan Skrining Jemput Bola
Slamet Suprianto memaparkan bahwa komunikasi tatap muka ini merupakan bagian dari peta jalan regulasi sosial yang konsisten dijalankan Perhutani. Langkah ini krusial untuk membangun ekosistem kerja yang harmonis dengan masyarakat penyangga hutan, mengingat para penyadap merupakan pilar determinan dalam stabilitas produksi getah pinus daerah.
“Kami ingin memastikan bahwa para penyadap merasa diperhatikan dan didengar. Kehadiran kami di lapangan bukan hanya melakukan pengawasan, tetapi juga menjalin komunikasi secara langsung agar tercipta hubungan kerja yang baik dan saling mendukung,” ujar Slamet Suprianto, Jumat (22/5/2026).
Optimalisasi Hasil Hutan Bukan Kayu dan Standardisasi K3
Slamet menambahkan, para penyadap lokal memiliki kontribusi strategis dalam menjaga tren positif produksi Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK). Oleh karena itu, jajaran manajemen berkomitmen memberikan supervisi dan pendampingan teknis secara berkelanjutan di tingkat tapak.
Dalam arahannya, Kepala BKPH Doro juga memberikan pembekalan motivasi agar para pekerja tetap mempertahankan standarisasi kualitas sadapan melalui implementasi teknik pelukaan pohon yang benar sesuai regulasi perusahaan. Selain itu, aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta pelestarian fungsi ekologis hutan pinus menjadi poin utama yang ditekankan kepada masyarakat.
Dampak positif dari komunikasi dua arah ini diakui oleh perwakilan pekerja setempat, Munari. Pihaknya mengapresiasi keterbukaan jajaran Perhutani KPH Pekalongan Timur yang dinilai mampu mengonstruksi iklim kerja yang aman dan penuh kekeluargaan.
