Jelang Iduladha 1447 H, Dindagkop-UKM Pastikan Harga Sembako di Kota Pekalongan Stabil dan Stok Aman

Jelang Iduladha 1447 H, Dindagkop-UKM Pastikan Harga Sembako di Kota Pekalongan Stabil dan Stok Aman
PANTAUAN - Tim Pengawasan Barang Beredar melakukan pemantauan ke pasar modern jelang Iduladha.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Dindagkop-UKM) mengintensifkan pengawasan logistik pangan menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Langkah ini diambil untuk menjamin stabilitas harga komoditas utama serta memastikan ketersediaan bahan kebutuhan pokok di pasar domestik tetap berada dalam koridor aman dan terkendali.

Otoritas daerah menerjunkan empat tim pengawasan barang beredar untuk melakukan penyisiran secara maraton selama dua hari, terhitung sejak Kamis (21/5/2026) hingga Jumat (22/5/2026). Peta pemantauan mencakup pasar tradisional, toko jejaring modern, pusat perbelanjaan, agen telur, gudang komoditas kedelai, pangkalan pangkalan gas elpiji bersubsidi 3 kilogram, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), hingga draf ketersediaan hewan kurban.

Kepala Dindagkop-UKM Kota Pekalongan Wismo Adityo, melalui Kepala Bidang Perdagangan Fitria Yuliani Kartika, mengonfirmasi bahwa peninjauan lapangan ini difokuskan pada pemetaan fluktuasi harga komoditas hulu serta proteksi konsumen.

Baca Juga:Tren Patungan Sapi Marak, Penjualan Kambing Kurban di Lapak Pedagang Musiman Batang Mengalami PenurunanIbadah Serentak, PDM Kendal Siapkan 60 Lokasi Salat Iduladha dan Lazismu Kejar Target Kurban Rp9 Miliar

“Alhamdulillah, selama dua hari ini kami bersama tim pemantau barang kebutuhan pokok dan pengawasan barang beredar melakukan pemantauan terkait harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok serta hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah,” ujar Fitria Yuliani Kartika, Selasa (26/5/2026).

Temuan Kemasan Rusak dan Koreksi Harga Telur Ayam

Berdasarkan draf asesmen di sejumlah swalayan dan minimarket, harga bahan pokok terpantau relatif stabil dan berada di bawah ambang batas intervensi. Kendati demikian, tim pengawas masih menemukan anomali berupa produk yang belum mencantumkan label tanggal kedaluwarsa (expired date) serta produk pangan kaleng dengan kondisi kemasan penyok yang berpotensi memicu korosi atau karat internal.

Terhadap temuan tersebut, Dindagkop-UKM langsung melayangkan instruksi penarikan produk (recall) ke distributor guna mengeliminasi risiko higienitas pangan bagi konsumen.

“For barang kebutuhan pokok di minimarket relatif stabil. Namun tadi ditemukan barang yang belum ada keterangan expired date-nya, sehingga kami menghimbau pemilik toko agar memberi label tanggal kedaluwarsa pada seluruh barang yang dijual kepada masyarakat,” kata Fitria merinci draf evaluasi lapangan.

Di sisi lain, sektor peternakan menunjukkan tren positif. Hasil pemantauan pada salah satu agen di wilayah Podosugih mengonfirmasi pasokan telur ayam dalam draf aman untuk memenuhi lonjakan permintaan hari raya. Bahkan, kurva harga telur ayam tercatat mengalami penurunan akibat melimpahnya pasokan di tingkat produsen.

0 Komentar