KAJEN, RADARPEKALONGAN.ID – Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) Pekalongan menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam penguatan riset dan inovasi yang berdampak bagi masyarakat. Hal ini disampaikan usai mengikuti Sarasehan Kebangsaan dalam rangka Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 yang digelar secara nasional.
Kegiatan yang secara resmi dibuka oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dihadiri lebih dari 2.600 peserta yang terdiri atas pimpinan perguruan tinggi, dosen, ilmuwan, peneliti, serta mitra kolaborasi dari seluruh Indonesia. Forum nasional ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat peran perguruan tinggi sebagai motor penggerak kemandirian ekonomi bangsa melalui penguatan sains, teknologi, dan inovasi.
Rektor ITSNU Pekalongan, Dr. Ali Imron, menilai Sarasehan Kebangsaan memberikan manfaat yang sangat besar bagi perguruan tinggi, khususnya Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU), untuk semakin aktif berkontribusi dalam mewujudkan kemandirian ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia secara berkelanjutan.
Baca Juga:Jalan Sehat dan Pasar Murah Meriahkan HUT Bhayangkara ke-80 Polres KendalKalapas Pekalongan Tegaskan Hak Layanan Integrasi Gratis di Peringatan Harganas 2026
“Diskusi bersama para menteri yang didukung data dan informasi yang valid menjadi peluang strategis bagi perguruan tinggi untuk memperkuat kolaborasi di bidang riset dan inovasi, baik dengan pemerintah maupun Danantara. Tindak lanjut yang cepat terhadap berbagai masukan akademisi akan mempercepat terwujudnya kedaulatan pangan, energi, dan teknologi nasional,” ujar Dr. Ali Imron dalam keterangannya.
Menurutnya, ITSNU Pekalongan akan terus mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki untuk mengembangkan penelitian dan inovasi yang memberikan dampak nyata serta berkelanjutan bagi masyarakat. Komitmen tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam membangun ekosistem riset yang mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan nasional yang semakin kompleks.
Melalui partisipasi aktif dalam forum strategis seperti KSTI 2026, ITSNU Pekalongan optimistis dapat memperluas jejaring kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, sekaligus memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang menghasilkan inovasi berbasis sains dan teknologi demi mendukung terwujudnya Indonesia yang mandiri, maju, dan sejahtera.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menyampaikan bahwa Sarasehan Kebangsaan diikuti oleh lebih dari 2.600 peserta yang terdiri atas 219 rektor, 44 direktur perguruan tinggi vokasi, enam ketua perguruan tinggi, 1.596 dosen, ilmuwan, serta peneliti, termasuk sekitar 300 peneliti dari BRIN. Selain itu, forum tersebut juga dihadiri lebih dari 635 mitra kolaborasi perguruan tinggi dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
