Ia berharap generasi muda tetap mengenal dan menghargai tradisi Tingkep Tandur sebagai bagian dari kearifan lokal yang sarat makna.
Menurutnya, pelibatan mahasiswa KKN dalam kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkenalkan budaya agraris kepada generasi penerus.
Melalui Tingkep Tandur, masyarakat Desa Laban menunjukkan bahwa kearifan lokal tetap memiliki nilai penting di era modern.
Baca Juga:FANTATIK Tanamkan Etika Bermedia Sosial kepada Siswa SMP Negeri 6 PekalonganTata Niaga Telur Satu Pintu Diterapkan di Kendal, Jadi Model Percontohan Program MBG
Tradisi tersebut menjadi jembatan antara budaya leluhur, semangat gotong royong, dan upaya menjaga keberlanjutan pertanian di tengah tantangan perubahan zaman. (fur)
