TP PKK Pekalongan Ajak Warga Ubah Minyak Jelantah Jadi Rupiah Lewat Program Sirkular

TP PKK Pekalongan Ajak Warga Ubah Minyak Jelantah Jadi Rupiah Lewat Program Sirkular
ISTIMEWA. EDUKASI - TP PKK Kota Pekalongan memberikan edukasi kepada masyarakat melalui kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Gerakan Sampah Sirkular: Jelantah Jadi Rupiah.
0 Komentar

PEKALONGAN, RADARPEKALONGAN.ID – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Pekalongan kembali menggiatkan edukasi kepada masyarakat melalui program Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) bertajuk Gerakan Sampah Sirkular: Jelantah Jadi Rupiah.

Kegiatan ini dirancang untuk menyegarkan kembali pemahaman warga tentang pentingnya mengelola minyak jelantah rumah tangga agar tidak berakhir mencemari lingkungan, melainkan dapat diubah menjadi komoditas bernilai ekonomi yang bermanfaat bagi kesejahteraan keluarga.

Ketua Pokja IV TP PKK Kota Pekalongan, Agustina Diah Nastiti, menjelaskan bahwa program Jelantah Jadi Rupiah sebenarnya merupakan inisiasi dari TP PKK Provinsi Jawa Tengah yang kembali disosialisasikan kepada jajaran PKK di tingkat kabupaten dan kota.

Baca Juga:DPRD Kendal Minta Mora Sandhy Fokus Hukum, Nonaktif Sementara dari DewanTim PkM USM Beri Psikoedukasi Kader PKK Lamper Lor tentang Kesehatan Mental Keluarga di Era Digital

Ia menegaskan, kegiatan ini bukanlah program baru, melainkan bentuk pengingat atau reminder agar para kader PKK kembali mengaktifkan peran mereka dalam mengajak masyarakat mengelola limbah rumah tangga secara lebih bijak.

“PKK memiliki jangkauan yang luas hingga ke tingkat paling bawah. Karena itu, kami ingin mengingatkan kembali bahwa minyak jelantah yang kerap dianggap limbah tak berguna ternyata menyimpan potensi ekonomi jika dikelola dengan benar. Harapan kami, para kader PKK kembali bergairah untuk mengedukasi masyarakat agar mengubah jelantah menjadi rupiah yang bisa menambah pendapatan keluarga,” ujar Agustina di sela-sela kegiatan.

Ia mengungkapkan, meskipun volume minyak jelantah yang dihasilkan oleh masing-masing rumah tangga tergolong kecil, namun jika dikumpulkan secara kolektif melalui pengelolaan yang terkoordinasi, jumlahnya akan menjadi signifikan.

Minyak tersebut selanjutnya dapat disetorkan ke Bank Sampah Induk (BSI) Kota Pekalongan, yang kemudian menyalurkannya kepada pihak atau perusahaan yang memiliki teknologi untuk mengolahnya menjadi produk yang lebih bermanfaat.

Selain jalur pengumpulan, TP PKK Kota Pekalongan juga membuka peluang bagi masyarakat yang tertarik untuk mempelajari pengolahan minyak jelantah menjadi produk turunan yang memiliki nilai tambah, seperti sabun cuci atau lilin aromaterapi. Praktik pelatihan serupa pernah dilaksanakan beberapa tahun lalu dan berhasil membekali peserta dengan keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi usaha rumahan.

Namun, Agustina mengakui bahwa pelaksanaan pelatihan lanjutan belum dapat direalisasikan kembali karena adanya keterbatasan anggaran. Oleh karena itu, untuk saat ini fokus kegiatan lebih diarahkan pada penguatan edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat agar semakin peduli terhadap pengelolaan minyak jelantah. Langkah ini diharapkan dapat menjadi bagian dari penerapan ekonomi sirkular sekaligus upaya nyata dalam mengurangi pencemaran lingkungan akibat pembuangan limbah minyak secara sembarangan.

0 Komentar