SEMARANG, RADARPEKALONGAN.ID – Universitas Semarang (USM) secara resmi melebarkan sayap ke kancah internasional dengan bergabung dalam Aliansi Kerja Sama Pendidikan Sepanjang Hayat China–ASEAN. Deklarasi keanggotaan ini berlangsung dalam Forum Internasional yang digelar di Guizhou, China, pada Kamis (30/7/2026).
Dalam forum bergengsi tersebut, USM duduk sejajar dengan Guizhou Open University serta puluhan institusi pendidikan ternama dari kawasan ASEAN dan Australia. Aliansi ini dirancang sebagai wadah kolaborasi permanen yang mengusung empat pilar utama, yakni pengembangan model pembelajaran inovatif, berbagi sumber daya digital terintegrasi, penyelarasan standar pengajaran internasional, dan kolaborasi riset pendidikan berkelanjutan.
Rektor USM, Dr. Supari, S.T., M.T., menyambut antusias langkah strategis ini. Menurutnya, keikutsertaan USM dalam aliansi internasional tersebut menjadi tonggak penting bagi kampus dalam menjawab tantangan era digital yang terus berkembang.
Baca Juga:Target IKD Kendal Baru 16 Persen, Dispendukcapil Jemput Bola dan Wajibkan AktivasiApi Melahap Lahan Tebu di Gringsing, Siswa SMA Panik dan Warga Bergotong Royong Padamkan
“Pendidikan sepanjang hayat berbasis teknologi cerdas adalah kebutuhan mendasar di zaman sekarang. USM siap menjadi pendorong utama yang menyelaraskan mutu pengajaran dengan standar global,” tegas Supari, Jumat (31/7/2026).
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kolaborasi ini akan membawa dampak signifikan bagi pengembangan institusi. USM berkomitmen untuk mengakselerasi pemanfaatan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI), memperbarui kurikulum agar selaras dengan standar industri global, serta membuka program mobilitas akademik internasional bagi dosen dan mahasiswa.
“Kami tidak hanya ingin meningkatkan kualitas internal, tetapi juga membuka peluang seluas-luasnya bagi civitas akademika untuk terlibat dalam pertukaran ilmu dan pengalaman di tingkat internasional,” tambahnya.
Dengan bergabungnya USM dalam aliansi ini, diharapkan terjalin sinergi yang produktif antarperguruan tinggi di kawasan Asia Tenggara dan China. Kerja sama ini juga diyakini mampu mendorong terciptanya ekosistem pendidikan yang inklusif, adaptif, dan berorientasi pada masa depan.
USM optimis langkah ini akan semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu perguruan tinggi unggulan di Indonesia yang tidak hanya berfokus pada pengembangan akademik, tetapi juga pada pembentukan sumber daya manusia yang kompetitif dan berwawasan global.
“Kami berharap ke depan, semakin banyak mahasiswa dan dosen USM yang dapat merasakan manfaat dari kerja sama internasional ini. Ini adalah awal dari perjalanan panjang menuju pendidikan berkualitas yang mendunia,” pungkas Supari. (Anang)
