Keempat, kolaborasi erat dengan orang tua sebagai mitra pendidikan. Mustariadi menekankan bahwa orang tua bukan sekadar pengguna jasa, melainkan bagian dari ekosistem pendidikan yang saling mendukung.
Selain itu, sekolah juga terus memperkuat kompetensi tenaga pendidik melalui pelatihan rutin dan pengembangan budaya kerja yang berorientasi pada semangat melayani.
“Kepercayaan masyarakat adalah amanah. Kami tidak boleh cepat puas. Setiap tahun harus ada inovasi dan peningkatan kualitas agar kepercayaan itu tetap terjaga,” ujarnya.
Baca Juga:Artis I Love RCTI Ketagihan Sate Bumbon dan Kopi Liberika Khas Kendal8 Pekerja di KIK Somasi PT Auri Steel Soal PHK Sepihak dan Upah Tertahan
Menariknya, Mustariadi mengungkapkan bahwa promosi konvensional bukan lagi faktor utama di balik lonjakan pendaftar. Justru kepuasan orang tua menjadi media promosi paling efektif.
“Strategi paling ampuh bukan iklan, melainkan testimoni dari orang tua. Ketika mereka puas dengan pelayanan dan perkembangan anak, mereka akan merekomendasikan SD Muhammadiyah Kajen kepada keluarga, tetangga, hingga kerabat. Kepercayaan itulah yang membuat pendaftar terus meningkat,” jelasnya.
Dengan tingginya jumlah peminat, sekolah mengimbau orang tua yang telah merencanakan pendidikan anaknya di SD Muhammadiyah Kajen untuk melakukan pendaftaran lebih awal.
Sistem inden yang dibuka hingga 2031 diharapkan memberi kepastian bagi calon peserta didik sekaligus membantu sekolah mempersiapkan layanan secara optimal, termasuk penataan fasilitas dan tenaga pengajar yang sesuai dengan proyeksi jumlah siswa. (mal)
