Kemarau Godzilla Landa Batang, 448 KK di Kemligi Terima Bantuan Air Bersih

Kemarau Godzilla Landa Batang, 448 KK di Kemligi Terima Bantuan Air Bersih
M. DHIA THUFAIL. ANTRE AIR BERSIH - Sejumlah warga Desa Kemligi saat mengantre bantuan droping air bersih dari PAM Sendang Kamulyan Batang.
0 Komentar

BATANG, RADARPEKALONGAN.ID — Dampak kemarau panjang mulai terasa di Kabupaten Batang. Debit sejumlah sumber air terus menyusut, menyebabkan ratusan warga di Desa Kemligi, Kecamatan Wonotunggal, kesulitan mendapatkan pasokan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Menanggapi kondisi tersebut, Perumda Air Minum Sendang Kamulyan Batang bersama Polresta Batang segera bergerak cepat. Sebanyak 8.000 liter air bersih didistribusikan kepada warga terdampak di tiga dukuh, yaitu Dukuh Krajan (179 KK), Dukuh Gombang (226 KK), dan Dukuh Gilor (43 KK). Total ada 448 kepala keluarga yang merasakan manfaat bantuan ini.

Direktur Umum Perumda Air Minum Sendang Kamulyan Batang, Sys Mandayun, menjelaskan bahwa pihaknya menerima pengajuan bantuan suplai air bersih dari Polsek Wonotunggal.

Baca Juga:Fermentasi Rumput Jadi Andalan Peternak Truko Hadapi Kemarau PanjangPolres Kendal Razia Balap Liar di Weleri, 62 Remaja dan 48 Motor Diamankan

“Iya, sudah ada satu pengajuan bantuan pasokan air bersih untuk warga Desa Kemligi. Pengajuan bantuan droping air ini melalui Polsek Wonotunggal,” ujar Sys, Selasa (18/8/2026).

Sebagai langkah awal, Perumda mengirimkan dua armada tangki air masing-masing berkapasitas 4.000 liter, sehingga total pasokan yang disalurkan mencapai 8.000 liter. Sys menambahkan, jika masih dibutuhkan tambahan, pihaknya siap menyalurkan secara bertahap. “Apabila masih dibutuhkan lagi, maka secara bertahap kami siap untuk menyuplainya,” tegasnya.

Kapolsek Wonotunggal, AKP Zaenal Mutakin, menyatakan bahwa penyaluran air bersih merupakan bentuk kepedulian dan respons cepat kepolisian terhadap persoalan mendesak masyarakat.

Menurutnya, laporan mengenai penyusutan debit sumber air Pamsimas yang selama ini menjadi andalan warga di wilayah Desa Sendang dan Simpar, mulai masuk seiring puncak kemarau yang semakin terasa.

“Karena air bersih adalah kebutuhan primer, kami langsung turun ke lapangan untuk membantu mendistribusikan pasokan air,” ujar Zaenal saat mendampingi penyaluran bantuan di lokasi.

Penanganan krisis air bersih ini dilakukan secara gotong royong. Polsek Wonotunggal berkolaborasi dengan Pemerintah Desa Kemligi dan Perumda Air Minum Sendang Kamulyan Batang untuk memastikan kebutuhan warga tetap terlayani. Koordinasi lintas instansi dinilai penting mengingat dampak kemarau diperkirakan masih berlangsung hingga beberapa waktu ke depan.

Kedatangan armada tangki air disambut antusias oleh warga Dukuh Krajan. Mereka secara tertib mengantre sambil membawa jeriken dan wadah penampungan air untuk mendapatkan jatah air bersih. Suasana terpantau kondusif selama proses pembagian berlangsung.

0 Komentar