BATANG, RADARPEKALONGAN.ID — RSUD Batang memanfaatkan momen peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan menggelar berbagai perlombaan, salah satunya lomba inovasi pelayanan yang diikuti oleh sejumlah instalasi di lingkungan rumah sakit. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan memeriahkan suasana, tetapi juga menjadi ajang bagi pegawai untuk menggali solusi atas berbagai kendala operasional yang dihadapi sehari-hari.
Ketua Panitia Lomba Inovasi RSUD Batang, Ristanto, menjelaskan bahwa lomba ini dirancang agar setiap instalasi dapat memetakan hambatan dan permasalahan yang muncul dalam pelayanan kepada pasien. “Tujuannya membuat masing-masing instalasi ada pemetaan hambatan dan permasalahan. Berkaitan dengan layanan, langkah-langkah apa yang bisa dilakukan,” ujarnya.
Dari sekitar 30 unit instalasi yang ada di RSUD Batang, sebanyak 16 instalasi mengajukan inovasi, dan 14 di antaranya mempresentasikan gagasan mereka di hadapan dewan juri. Ristanto mengaku antusiasme peserta sangat tinggi, menunjukkan adanya motivasi kuat dari para pegawai untuk terus meningkatkan kualitas layanan.
Baca Juga:Pria Batang Ditemukan Meninggal di Rumah Usai 2 Hari Tak Masuk Kerja, Polisi: Tak Ada KekerasanPolres Kendal Kembalikan 62 Remaja, 48 Motor Ditahan 3 Bulan Usai Razia Balap Liar
“Teman-teman dari RSUD antusias. Ada semangat bagaimana untuk melayani yang lebih baik, efektif dan efisien,” kata Ristanto, Rabu (19/8/2026).
Beragam inovasi menarik pun muncul dari berbagai instalasi. Juara pertama dalam lomba ini menghadirkan Si Mangan, sebuah aplikasi manajemen diet yang menghubungkan dokter dengan Instalasi Gizi. Melalui sistem ini, kebutuhan diet pasien—termasuk rincian kalori dan protein—dapat diteruskan secara cepat, sehingga proses persiapan menu menjadi lebih tepat dan efisien.
Inovasi lain yang tak kalah menarik adalah Jempolan, yaitu layanan antar-jemput pasien gratis yang ditujukan bagi masyarakat yang memiliki kendala akses, terutama di wilayah yang sulit dijangkau oleh ambulans RSUD. Layanan ini diharapkan dapat membantu pasien dari daerah terpencil untuk tetap mendapatkan perawatan kesehatan yang layak.
Sementara itu, inovasi dari Instalasi Gawat Darurat (IGD) berfokus pada pengurangan potensi miskomunikasi terkait sistem triase. Pasien dan keluarganya diberikan pemahaman bahwa urutan pelayanan di IGD ditentukan berdasarkan tingkat kegawatan, bukan semata-mata siapa yang datang lebih dahulu. Edukasi ini penting untuk menghindari kesalahpahaman dan kekesalan di ruang tunggu IGD.
