Puncak El Nino di Pekalongan, Debit Air Irigasi DI Sragi Turun 70 Persen

Puncak El Nino di Pekalongan, Debit Air Irigasi DI Sragi Turun 70 Persen
TRIYONO. BAHAS - Anggota Komisi Irigasi, Tangguh saat membahas puncak Elnino yang mengakibatkan debit air turun.
0 Komentar

KAJEN, RADARPEKALONGAN.ID – Dampak fenomena El Nino mulai mengancam sektor pertanian di Kabupaten Pekalongan. Ketersediaan air pasok untuk lahan pertanian menyusut drastis, salah satunya melanda Daerah Irigasi (DI) Sragi yang mengalami penurunan debit air mencapai 70 persen jika dibandingkan dengan kondisi normal.

Ketua IP3A Kalijogo DI Sragi sekaligus Anggota Komisi Irigasi Kabupaten Pekalongan, Tangguh, mengungkapkan bahwa debit air yang biasanya stabil pada angka 1.700 liter per detik, kini merosot hingga menyisakan sekitar 600 liter per detik dalam sepekan terakhir.

“Puncak El Nino ini membuat debit air berkurang di seluruh wilayah irigasi Kabupaten Pekalongan. Di DI Sragi sendiri penurunannya nyaris 70 persen,” terang Tangguh, Selasa (1/9/2026).

Baca Juga:110 Ribu Pekerja Pekalongan Belum Terlindung BPJS Ketenagakerjaan, Pemkot Targetkan UCJ 33,88 PersenKejari Kendal Musnahkan 16,6 Gram Sabu, Ribuan Pil, dan 343 Ball Rokok Ilegal

Menyiasati krisis air tersebut, pihaknya mengambil langkah penyelamatan dengan menerapkan sistem bagi gilir pasokan air ke lahan-lahan pertanian. Langkah ini membutuhkan pemahaman serta kerja sama penuh dari para petani agar pembagian air tetap adil dan merata.

Selain pergiliran air, para petani memanfaatkan periode kemarau ini untuk bergotong-royong membersihkan jaringan saluran irigasi, terutama pada jaringan tersier. Langkah ini diambil guna memastikan sirkulasi air mengalir lancar tanpa terhambat endapan lumpur maupun sampah.

Tangguh menegaskan bahwa sampah buangan warga masih menjadi musuh utama yang kerap menyumbat alur irigasi. Ia pun mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk berhenti membuang sampah sembarangan ke dalam saluran air.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga kebersihan alur irigasi. Jangan jadikan tempat pembuangan sampah, karena penyumbatan air sangat merugikan para petani kita. Ingat, kebersihan adalah bagian dari iman,” tegasnya.

Pihaknya kini terus memasifkan sosialisasi dan koordinasi bersama warga desa sekitar agar pembersihan saluran irigasi dapat dilakukan secara berkala. Melalui saluran yang bersih dan sehat, pembagian pasokan air di tengah ancaman El Nino dapat terdistribusi secara maksimal. (yon)

0 Komentar