RADARPEKALONGAN.ID, KENDAL – Hawa persaingan seleksi Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Capaskibraka) Kabupaten Kendal tahun 2026 makin terasa panas dan super ketat! Sebanyak 165 pelajar terpilih yang lolos di tahap sebelumnya kini harus bertarung habis-habisan memeras keringat dalam uji kesamaptaan dan Peraturan Baris-Berbaris (PBB).
Ujian fisik penentu nasib ini digeber langsung di Stadion Utama Kebondalem, Senin (13/4/2026). Para kandidat saling unjuk kebolehan demi mengamankan 70 kursi terbaik untuk menjadi wakil kebanggaan Kabupaten Kendal.
Kepala Bidang Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (Iwasbang) Badan Kesbangpol Kendal, Kardiyantomo, membeberkan bahwa 165 peserta yang tersisa terdiri dari 110 putra dan 55 putri.
Baca Juga:Legislator Lama Sakit, DPRD Batang Desak PDIP Segera Proses PAW JunaediTragis! Senggol Penyapu Jalan, Karyawan KIK Tewas Terlindas Truk di Pantura Kendal
“Dari jumlah ini, nantinya akan diambil 38 putra dan 32 putri berdasarkan hasil akumulasi nilai,” ungkap Kardiyantomo.
Fisik Digenjot, Nilai Diakumulasi
Dalam tahapan krusial ini, fisik peserta benar-benar diuji hingga batas maksimal. Mereka harus menaklukkan serangkaian tes kesamaptaan mulai dari lari 12 menit, push up, sit up, pull up, hingga shuttle run. Skor fisik ini nantinya bakal dikawinkan dengan hasil Tes Intelegensia Umum (TIU) yang sudah dilakoni sebelumnya.
“Hasilnya akan dirangking. Setelah ini dilanjutkan seleksi PBB, kemudian semua nilai diakumulasikan untuk menentukan 70 peserta terbaik,” bebernya memaparkan sistem penilaian.
Anggota tim juri dari Kodim 0715/Kendal, Peltu M Syaiful Arif, turut menegaskan bahwa tes fisik ini tidak bisa dipandang sebelah mata dan dibagi menjadi kategori A serta B.
“Kesamaptaan A berupa lari 12 menit menjadi penilaian utama, minimal enam putaran. Sedangkan kesamaptaan B meliputi beberapa item dengan durasi masing-masing satu menit. Alhamdulillah, peserta masih menunjukkan semangat tinggi mengikuti tahapan seleksi,” rinci Syaiful.
Awas! Rekam Jejak Medsos Ikut Dikuliti
Menariknya, seleksi tahun ini tak cuma mengandalkan otot dan kedisiplinan baris-berbaris. Panitia memastikan bakal menguliti kepribadian dan rekam jejak digital peserta di media sosial (medsos)!
Untuk tahap ini, panitia secara khusus mendatangkan juri kehormatan, yakni Ketua Karang Taruna Kendal, Nattaya Kenenza. Peserta bakal dicecar soal wawasan potensi daerah hingga rekam jejak dunia maya mereka.
