RADARPEKALONGAN.ID, BATANG – Suasana hangat dan ceria mewarnai kegiatan kebersamaan di Pantai Payung Sewu Sigandu, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, pada Rabu (15/4/2026). Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Batang, Faelasufa, merangkul puluhan anak penyandang talasemia untuk berekreasi sekaligus memompa semangat hidup mereka.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi wahana hiburan semata, melainkan juga wujud dukungan moral yang nyata bagi anak-anak yang harus menjalani rutinitas pengobatan seumur hidup.
“Kami ingin sekadar senang-senang bersama anak-anak penderita talasemia. Ini sudah direncanakan sejak tahun lalu dan alhamdulillah bisa terlaksana hari ini,” tutur Faelasufa di sela-sela kegiatan.
Baca Juga:Kawal Gizi Pelajar, DWP Kendal Turun Langsung Awasi Dapur Makan Bergizi GratisGila! Denda Rokok Ilegal di Pekalongan Tembus Rp 55 Juta, Wali Kota Aaf Terjunkan Emak-emak PKK
Dalam kesempatan tersebut, Faelasufa juga membagikan pemahaman barunya mengenai talasemia yang ia peroleh dari hasil diskusi bersama komunitas penyintas dan tenaga medis.
“Ternyata talasemia adalah kondisi di mana sel darah merah mudah pecah, sehingga penderitanya harus rutin transfusi darah. Ini tentu sangat memengaruhi kehidupan mereka,” jelasnya menguraikan dampak medis dari kondisi tersebut.
Urgensi Deteksi Dini dan Edukasi Pranikah
Merespons fakta medis itu, Faelasufa menyoroti krusialnya deteksi dini, terutama sejak fase kehamilan. Ia juga mendorong masifnya edukasi kepada masyarakat terkait faktor pemicu genetik dari penyakit tersebut.
“Seharusnya bisa diketahui sejak awal, misalnya saat pemeriksaan kehamilan. Edukasi ini penting karena ada kondisi pembawa sifat yang perlu diperhatikan sebelum menikah,” tegas Faelasufa.
Ia menyadari bahwa tingkat literasi dan kesadaran masyarakat umum terhadap bahaya talasemia masih jauh dari kata ideal.
“Kita saja kadang belum paham, apalagi masyarakat luas. Jadi awareness ini harus terus digencarkan,” imbuhnya.
Selain fokus pada edukasi preventif, acara rekreasi ini dimanfaatkan untuk memberikan motivasi agar anak-anak tersebut tidak menyerah pada kondisi fisiknya. Faelasufa berpesan agar para pejuang talasemia ini tetap gigih mengejar cita-cita.
Baca Juga:Industri Batang Menggeliat Namun Minim Hotel Bintang, Pemkab Siapkan Kawasan SuperblockSiaga Ancaman El Nino Godzilla, Polres Kendal Perkuat Mitigasi Karhutla Jelang Kemarau
“Mereka harus tetap berusaha dan mengembangkan diri, karena tantangan ke depan tentu tidak mudah,” ucapnya memberi semangat.
Sejalan dengan hal itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang kini terus memperkuat upaya pencegahan lewat program edukasi pranikah. Langkah preventif ini diyakini mampu menjadi benteng utama untuk memutus mata rantai genetik dan menekan laju kasus talasemia baru di masa depan.
