Rapor Literasi Sempat Turun, SDN Kuripan Lor 02 Langsung Gandeng Jurnalis Radar Pekalongan Masuk Kelas!

Rapor Literasi Sempat Turun, SDN Kuripan Lor 02 Langsung Gandeng Jurnalis Radar Pekalongan Masuk Kelas!
MALEKHA BERFOTO - Wali kelas kelas 4 Pak Tarjo berfoto bersama siswa- siswi kelas 4 usai melaksanakan sesi wawancara.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Ada saja cara kreatif nan luar biasa yang dilakukan oleh pihak sekolah untuk mendongkrak semangat belajar siswanya. Sebuah gebrakan inovatif baru saja dipamerkan oleh Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kuripan Lor 02 Kota Pekalongan!

Bukan tanpa alasan, langkah konkret ini merupakan respons cepat pihak sekolah usai melihat hasil Rapor Pendidikan tahun 2026 yang menunjukkan adanya tren penurunan pada indikator literasi dan numerasi siswa. Tak mau tinggal diam, SDN Kuripan Lor 02 langsung tancap gas menggandeng media cetak lokal ternama, Radar Pekalongan.

Lewat sebuah program edukatif bertajuk “Jurnalistik Kids”, sekolah nekat menghadirkan langsung para kuli tinta alias jurnalis profesional ke dalam ruang kelas. Tujuannya jelas, yakni memompa motivasi minat baca dan tulis anak didik dari figur yang memang kenyang pengalaman di bidangnya!

Baca Juga:Diteror Serbuan Lalat Kandang Ayam, Warga Batursari Pekalongan Protes dan Polisi Turun Tangan MediasiTawuran Gangster Pecah di Permukiman Ngilir Kendal, Satu Warga Terluka Terkena Sabetan Sajam

Kepala SDN Kuripan Lor 02, Sri Mulyati, membeberkan bahwa kemampuan literasi dan numerasi saat ini bukanlah sekadar deretan nilai di atas kertas rapor, melainkan senjata dan kebutuhan mendasar untuk survive di era modern.

“Kami menganggap literasi dan numerasi adalah kebutuhan. Zaman sekarang tuntutannya sangat besar, maka ini menjadi salah satu langkah perbaikan kami untuk memotivasi anak-anak, terutama dalam minat baca dan menulis,” ujar Sri Mulyati blak-blakan.

Kehadiran sosok wartawan profesional yang membagikan segudang suka duka di lapangan ini diharapkan mampu menyuntikkan semangat dan memberikan warna baru yang tak membosankan dalam proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

“Barangkali dengan melihat figur lain yang memang sudah terjun dan fokus di bidang jurnalistik, anak-anak akan lebih termotivasi. Semoga ini bisa menjadi semacam pecut untuk kami meningkatkan kompetensi anak-anak, dan kami berharap program ini bisa terus berlanjut di kelas-kelas lain,” pungkasnya dengan penuh optimisme. (mal)

0 Komentar