RADARPEKALONGAN.ID, KENDAL – Dinas Sosial (Dinsos) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kendal tengah mempercepat proses validasi lapangan atau ground check data Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK) Tahap II. Total sebanyak 30.354 data penerima ditargetkan rampung diverifikasi selambat-lambatnya pada akhir Mei 2026.
Upaya akselerasi pendataan ini menjadi fokus utama dalam rapat evaluasi petugas ground check yang diselenggarakan di Aula BPS Kabupaten Kendal pada Rabu, 6 Mei 2026. Forum tersebut membedah ragam strategi agar verifikasi lapangan berjalan lebih efektif, akurat, dan tepat waktu.
Kepala Dinsos Kendal, Muntoha, menyebut langkah verifikasi ketat ini merupakan mandat langsung dari Kementerian Sosial (Kemensos) guna memastikan aliran bantuan kesehatan benar-benar diterima oleh kelompok masyarakat yang berhak.
Baca Juga:Investasi Triliunan di KEK Kendal, Gubernur Jateng Minta Investor Utamakan Tenaga Kerja LokalPenuhi Hak Pendidikan Napi, Lapas Pekalongan Gandeng SKB Gelar Program Kejar Paket
“Hari ini kita melakukan evaluasi hasil ground checking dari instruksi Kementerian Sosial. Tujuannya memastikan bantuan PBI tepat sasaran,” ujar Muntoha di Kendal, Rabu.
Mengingat tenggat waktu yang kian menyempit dan masih adanya data yang belum diverifikasi, Dinsos mengerahkan seluruh pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) se-Kabupaten Kendal untuk turun tangan mengebut penyelesaian tugas.
“Masih ada data yang belum terverifikasi. Maka seluruh pendamping PKH kita kumpulkan untuk evaluasi progres sekaligus mengidentifikasi kendala di lapangan,” tuturnya menegaskan. Muntoha juga mengingatkan agar ketepatan waktu pendataan tidak meleset demi kelancaran penyaluran bantuan kesehatan.
Progres Baru Capai 36 Persen
Sementara itu, Kepala BPS Kendal, Ade Sandi Parwoto, menjelaskan bahwa proses ground check tahap kedua ini memfokuskan sasarannya pada validasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) bagi penerima PBI-JK.
Ade mencatat, dari total beban 30.354 data di wilayah Kabupaten Kendal, progres verifikasi hingga saat ini baru menyentuh angka 36 persen.
“Target kita jelas, selesai 100 persen di akhir Mei. Maka diperlukan strategi percepatan, termasuk identifikasi kendala teknis di lapangan,” ucap Ade. BPS Kendal juga berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas petugas demi menjaga akurasi data.
Untuk mengejar sisa target dalam waktu kurang dari sebulan, Ketua Tim PKH Kabupaten Kendal, Imam Barizi, berencana memetakan ulang penugasan personelnya secara lebih merata.
