RADARPEKALONGAN.ID, BATANG – Nasib malang menimpa Zafran Defano Alfarizki, seorang balita berusia 2 tahun 5 bulan asal Desa Lebo, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang. Ia kini harus terbaring lemah menjalani perawatan intensif di RSUD Kalisari Batang lantaran didiagnosis mengalami gizi buruk kronis yang disertai kondisi stunting.
Kondisi fisik balita malang tersebut sangat memprihatinkan. Di usianya yang menginjak lebih dari dua tahun, berat badan Zafran tercatat hanya berada di angka 6,2 kilogram. Ia dilarikan ke rumah sakit dan teregistrasi masuk pada Jumat, 8 Mei 2026, dengan keluhan lemas tak berdaya.
Dokter Spesialis Anak RSUD Kalisari Batang, dr. Tan Evi Susanti, membenarkan bahwa pasien tiba di rumah sakit dalam kondisi gawat darurat yang membutuhkan penanganan segera.
Baca Juga:Bantah Isu Beli Mobil Listrik, Bupati Batang Faiz Kurniawan: Cuma Uji Coba dan Sewakan Lahan SPKLUTerjegal Status Aset, Rencana Revitalisasi Taman Kalireyeng Kendal Mandek pada 2026
“Perutnya tampak keriput seperti jeruk layu. Anak juga sangat pucat,” ucap dr. Tan Evi saat memberikan keterangan medis, Sabtu, 9 Mei 2026.
Lahir dengan Berat 4,2 Kg
Tan Evi mengungkapkan sebuah fakta yang cukup ironis. Berdasarkan catatan medis, saat dilahirkan pada 10 Desember 2023 silam, Zafran sebenarnya tergolong bayi yang besar dan sangat sehat dengan berat badan mencapai 4,2 kilogram.
Sayangnya, grafik pertumbuhannya anjlok drastis pasca-menginjak usia satu tahun. Kekurangan gizi kronis ini bahkan merenggut kemampuan motorik sang anak. Jika sebelumnya ia sudah mampu merambat, kini balita tersebut hanya sanggup bergerak miring.
“HB (Hemoglobin) anak hanya 4, jadi kondisinya lemah dan mudah rewel,” jelas Tan Evi menambahkan detail kondisi medis pasien.
Faktor Himpitan Ekonomi dan Keluarga
Berdasarkan penelusuran lebih lanjut, himpitan ekonomi serta masalah broken home ditengarai kuat menjadi akar persoalan gizi buruk ini. Kedua orang tua Zafran diketahui telah bercerai. Saat ini, sang ibu merantau bekerja di Semarang, sedangkan ayahnya berprofesi sebagai pekerja serabutan.
Sehari-hari, Zafran diasuh oleh sang nenek dari pihak ayah dengan asupan nutrisi yang sangat minim dan jauh dari standar kesehatan.
“Asupan makan sangat minim, susu juga sedikit. Bahkan makan hanya mencuil bagian tepung gorengan. Karena itu kami pasang NGT atau selang makan,” tutur Tan Evi.
