“Nyaman sih, hampir tidak ada suaranya karena memang mobil listrik. Harapan kami ke depan penggunaan kendaraan listrik ini bisa menjadi alternatif karena biaya BBM kendaraan konvensional sekarang cukup mahal,” beber Sri Purwaningsih.
Sri menegaskan, wacana pengadaan mobil dinas ramah lingkungan bagi kepala OPD ini belum berstatus final dan masih dalam tahap kajian mendalam. Pemkab akan berhitung cermat terkait perbandingan biaya operasional hariannya.
“Nanti akan kita hitung dulu perbandingan biaya operasionalnya, apakah lebih menguntungkan menggunakan mobil listrik atau kendaraan konvensional,” jelasnya.
Baca Juga:Terjegal Status Aset, Rencana Revitalisasi Taman Kalireyeng Kendal Mandek pada 2026Rawat Tradisi Legenonan, Warga Desa Jagung Pekalongan Perkuat Silaturahmi dan Gotong Royong
Jika nantinya hasil kajian menunjukkan tren positif dan resmi direalisasikan, pengadaan mobil listrik ini akan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan dompet daerah. Total, ada sekitar 50 unit yang masuk dalam perencanaan awal.
“Kalau seluruhnya bisa sekitar 50 unit termasuk camat. Tapi ini masih wacana dan akan kami laporkan dulu kepada Pak Bupati,” paparnya.
Menutup keterangannya, Sri menambahkan bahwa mobil listrik diincar karena diklaim punya segudang keunggulan, terutama bebas biaya servis mesin rutin dan anti-BBM.
“Kalau mobil listrik kan tanpa mesin konvensional, tanpa oli, tanpa BBM. Pengisiannya cukup di-charge sehingga lebih hemat,” tandasnya.
