RADARPEKALONGAN.ID, BATANG – Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang untuk memborong mobil listrik sebagai kendaraan dinas para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kini tengah menjadi sorotan tajam. Alih-alih mendapat dukungan, wacana ini justru kebanjiran kritik pedas dari masyarakat luas!
Di tengah isu pemangkasan transfer anggaran dari pusat ke daerah, warga menilai wacana pengadaan mobil listrik ini sama sekali belum mendesak alias belum urgent. Masyarakat justru menuntut pemerintah untuk lebih melek terhadap fasilitas infrastruktur dasar yang masih jauh dari kata layak.
Kritikan pedas netizen ini mulai membanjiri jagat media sosial menyusul beredarnya kabar bahwa Pemkab Batang tengah melakukan uji coba kendaraan listrik pada Jumat (8/5/2026) lalu. Warga ramai-ramai mempertanyakan skala prioritas penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Baca Juga:Terjegal Status Aset, Rencana Revitalisasi Taman Kalireyeng Kendal Mandek pada 2026Rawat Tradisi Legenonan, Warga Desa Jagung Pekalongan Perkuat Silaturahmi dan Gotong Royong
Pantauan dari kolom komentar akun Instagram informasi lokal @batang_update, warga blak-blakan menolak wacana tersebut. Salah satunya datang dari akun @arniimoto yang dengan tegas menyuarakan kekecewaannya.
“Aku nggak ikhlas uang pajak buat beli mobil listrik. Masih banyak yang lebih urgent, seperti penerangan jalan umum hingga jalan-jalan yang rusak,” tulisnya kesal.
Senada dengan hal itu, akun @ahmadrozz7 juga mendesak jajaran Pemkab untuk lebih peka terhadap kondisi infrastruktur di lapangan.
“Lebih baik gunakan anggaran untuk yang urgent saja pak bupati. Perbaikan infrastruktur jalan dan PJU lebih penting,” timpalnya.
Tak ketinggalan, akun @mcc_nugh turut menyoroti pentingnya efisiensi keuangan daerah di tengah situasi ekonomi saat ini.
“Hemat. Gunakan yang ada dulu, anggaran bisa buat yang lain. Ada yang lebih prioritas,” tulisnya mengingatkan.
Pemkab Batang Buka Suara: Masih Dikaji!
Menanggapi ramainya sorotan tajam tersebut, Pemkab Batang membenarkan bahwa pihaknya memang tengah menjajal mobil listrik merek VinFast seri VF5 asal Vietnam. Namun, ditegaskan bahwa hal ini baru sebatas uji coba kelayakan.
Baca Juga:Kepergok Curi Motor di Pekalongan, Residivis Curanmor Babak Belur Diamuk MassaDinsos dan BPS Kendal Kebut Validasi 30 Ribu Data PBI Tahap 2, Target Tuntas Akhir Mei 2026
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Batang, Sri Purwaningsih, menjelaskan bahwa uji coba ini murni bertujuan untuk membandingkan tingkat efisiensi mobil setrum tersebut dengan kendaraan berbahan bakar minyak (BBM) yang selama ini jadi andalan.
