RADARPEKALONGAN.ID, KENDAL – Warga Desa Kumpulrejo, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal mendadak geger! Seorang petani lanjut usia (lansia) bernama Kasdi (73) dilaporkan hilang secara misterius sejak Minggu (10/5/2026) siang. Korban diduga kuat terpleset dan tenggelam di derasnya aliran Sungai Bodri saat tengah asyik bercocok tanam di ladang dekat tanggul sungai.
Kabar hilangnya kakek malang ini pertama kali mencuat setelah anak korban, Solikun, diselimuti rasa panik luar biasa. Pasalnya, sang ayah yang pamit pergi ke ladang sejak pukul 10.00 WIB pagi tak kunjung menampakkan batang hidungnya hingga kumandang azan Zuhur tiba.
Merasa ada yang tak beres, Solikun bersama warga sekitar langsung menyisir area ladang dan sekitar tanggul sungai. Sayangnya, pencarian mandiri tersebut tak membuahkan hasil. Kakek Kasdi raib bak ditelan bumi.
Baca Juga:Tragis! Lansia di Poncol Pekalongan Tewas Dianiaya Anak Kandung Pakai Cobek BatuTunggakan PAD Capai Rp 800 Juta, LSM Desak Pemkab Pekalongan Putus Kontrak Pengelola Eks Pendopo
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kendal, Ahmad Huda Kurniawansah, membenarkan adanya insiden hilangnya petani tersebut. Pihaknya baru menerima laporan resmi dari Kepala Desa Kumpulrejo pada pukul 15.23 WIB.
“Di lokasi hanya ditemukan bibit tanaman dan sabit milik korban yang tertinggal di kebun,” ungkap Huda membeberkan temuan ganjil di lokasi kejadian, Senin (11/5/2026).
Senada dengan BPBD, Kapolsek Patebon AKP Rozikin juga membenarkan kronologi hilangnya sang kakek. Ia menyebut keluarga sempat berusaha mencari sendiri sebelum akhirnya menyerah dan lapor polisi.
“Korban pergi ke kebun sejak pagi, tetapi sampai sore belum pulang. Saat dicari ke lokasi, korban tidak ditemukan dan hanya ada alat kerja miliknya di kebun,” jelas AKP Rozikin menuturkan.
Tim SAR Gabungan Turun Tangan, Susuri Sungai Bodri
Tak mau buang waktu, usai menerima laporan, tim SAR gabungan yang terdiri dari BPBD Kendal, Polsek Patebon, Satpolairud, Damkar, Basarnas, hingga relawan langsung terjun melakukan operasi pencarian besar-besaran. Tim menyisir aliran Sungai Bodri menggunakan perahu karet, membentang dari lokasi awal kejadian hingga area jembatan gantung.
“Penyisiran dilakukan mulai dari titik LKP (Lokasi Kejadian Perkara) ke utara menggunakan dua perahu BPBD dan satu perahu Basarnas. Selain itu petugas juga melakukan penyisiran darat dari titik lokasi,” terang Huda menjelaskan skema pencarian.
