Tragis! Lansia di Poncol Pekalongan Tewas Dianiaya Anak Kandung Pakai Cobek Batu

Tragis! Lansia di Poncol Pekalongan Tewas Dianiaya Anak Kandung Pakai Cobek Batu
WAHYU HIDAYAT RUMAH DUKA – Kondisi rumah duka korban penganiayaan oleh anak kandung di Poncol, Pekalongan Timur, pada Senin pagi (11/5/2026).
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Warga Gang Gotong Royong, Kelurahan Poncol, Kecamatan Pekalongan Timur, mendadak digegerkan oleh insiden berdarah yang sangat tragis. Seorang janda lansia bernama Tarsimi (66) meregang nyawa usai diduga dianiaya secara sadis oleh anak kandungnya sendiri, M. Sidik Permana (25).

Peristiwa memilukan ini terjadi di dalam rumah korban pada Minggu malam (10/5/2026) sekitar pukul 23.00 WIB. Korban sempat dievakuasi warga ke RS Siti Khodijah untuk diselamatkan. Nahas, takdir berkata lain, Tarsimi mengembuskan napas terakhirnya pada Senin (11/5/2026) dini hari pukul 01.00 WIB.

Mengerikannya, sang anak bungsu diduga menghabisi nyawa ibunda tercintanya dengan menghantamkan benda tumpul berupa cobek batu saat sang ibu berada di dalam kamar.

Baca Juga:Cetak Atlet Berbakat, Siswa ASTI SMA Muhammadiyah 2 Boja Tembus Seleksi Timnas U-17 AFFParah! Sewa Eks Pendopo Kabupaten Pekalongan Rp 2,9 Miliar Nunggak, Baru Dibayar Rp 290 Juta

Kakak pelaku sekaligus anak kedua korban, Sri Lestari, mengaku terkejut bukan main. Jantungnya berdegup kencang saat mendengar keributan dari arah kamar ibunya.

“Saya dengar suara gaduh dari kamar Ibu di belakang. Saat saya masuk, Ibu sudah berdarah-darah,” rintih Sri dengan nada pilu dan sedih.

Polisi Temukan Cobek Terbelah Tiga

Mendapat laporan insiden berdarah tersebut, aparat kepolisian dari Polres Pekalongan Kota langsung terjun dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Kapolres Pekalongan Kota AKBP Riki Yariandi, melalui Kasat Reskrim AKP Setyanto, membenarkan kejadian nahas tersebut dan membeberkan kondisi luka parah yang diderita sang ibu.

“Korban mengalami luka di bagian kepala, tepatnya di atas telinga kiri. Luka sobek sekitar 10 sentimeter dengan lebar kurang lebih 12 sentimeter,” ungkap AKP Setyanto memberikan keterangan resmi.

Di lokasi kejadian, polisi telah menyita barang bukti krusial berupa cobek batu. Saking kerasnya hantaman, cobek tersebut ditemukan dalam kondisi hancur terbelah menjadi tiga bagian.

Pelaku Diduga Depresi

Lalu, apa motif di balik aksi keji sang anak? AKP Setyanto menyebut pihak kepolisian masih melakukan pendalaman intensif. Namun, berdasarkan keterangan pihak keluarga, muncul dugaan kuat bahwa pelaku mengidap gangguan kejiwaan.

Baca Juga:Memprihatinkan! Balita Gringsing Batang Alami Gizi Buruk, Usia 2 Tahun Berat Hanya 6,2 KgSuryono vs Safujianto! Intip Profil 2 Kandidat Calon Ketua Umum KONI Kabupaten Pekalongan yang Baru Daftar

“Berdasarkan informasi keluarga, pelaku memiliki riwayat depresi dan pernah menjalani pengobatan terkait kondisi kejiwaannya,” imbuh Kasat Reskrim.

0 Komentar