RADARPEKALONGAN.ID, KAJEN – Bursa pemilihan Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Pekalongan mulai memanas! Dua sosok kuat resmi mendaftarkan diri sebagai Bakal Calon (Balon) Ketua Umum KONI untuk masa bakti 2026-2028.
Kedua kandidat tersebut adalah Suryono dan Safujianto. Keduanya memilih hari terakhir pendaftaran, Sabtu (9/5/2026), untuk menyerahkan berkas mereka ke Kantor KONI Kabupaten Pekalongan.
Suryono tercatat mendaftar lebih awal pada pukul 15.00 WIB, disusul oleh Safujianto yang menyerahkan berkasnya pada pukul 20.30 WIB. Menariknya, kedua kandidat ini bukanlah orang baru di dunia olahraga “Kota Santri”.
Baca Juga:Bantah Isu Beli Mobil Listrik, Bupati Batang Faiz Kurniawan: Cuma Uji Coba dan Sewakan Lahan SPKLUTerjegal Status Aset, Rencana Revitalisasi Taman Kalireyeng Kendal Mandek pada 2026
Keduanya merupakan pengurus KONI aktif dan pernah menduduki posisi strategis sebagai Wakil Ketua hingga Pelaksana Tugas (Plt) Ketua KONI Kabupaten Pekalongan.
Wakil Ketua Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) KONI, Agus Dwi Susanto, menjelaskan bahwa setelah pendaftaran ditutup, pihaknya akan langsung tancap gas melakukan verifikasi.
“Berkas dari kedua bakal calon nantinya akan diverifikasi dan dievaluasi kelengkapan dokumennya. Hasilnya akan kami umumkan pada tanggal 11 Mei 2026,” ujar Agus Dwi Susanto.
Ia menambahkan, rangkaian proses masih akan berlanjut pada perbaikan persyaratan jika ditemukan kekurangan, hingga puncaknya pada sidang paripurna Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub).
“Terakhir adalah penyampaian laporan tim penjaringan pada sidang paripurna Musorkablub KONI Kabupaten Pekalongan yang rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 15 Mei mendatang,” jelasnya.
Adu Visi: Perbaikan Organisasi vs Infrastruktur Olahraga
Suryono, salah satu kandidat, mengungkapkan motivasi kuatnya maju dalam bursa ketua. Ia menyoroti perlunya mengaktifkan kembali roda organisasi yang dinilai kurang produktif pada periode sebelumnya, apalagi agenda besar Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) sudah di depan mata.
“Kita sudah menyiapkan untuk menghadapi Porprov, tinggal melanjutkan. Ketua hanya simbol dan manajer organisasi agar KONI bisa berjalan akuntabel, transparan, dan juga prestasi lebih baik,” tegas Suryono.
Baca Juga:Rawat Tradisi Legenonan, Warga Desa Jagung Pekalongan Perkuat Silaturahmi dan Gotong RoyongKepergok Curi Motor di Pekalongan, Residivis Curanmor Babak Belur Diamuk Massa
Di sisi lain, Safujianto membawa visi besar terkait fasilitas fisik dan kesejahteraan SDM olahraga. Ia bermimpi Kabupaten Pekalongan memiliki sarana prasarana olahraga kelas wahid yang mampu menjadi tuan rumah ajang skala nasional.
“Saya ingin mendorong Pemerintah Daerah agar mempunyai infrastruktur olahraga yang bagus agar bisa menyelenggarakan pertandingan skala provinsi dan nasional. Pelatih dan atlet sudah berusaha maksimal, namun masih di bawah kabupaten/kota lain. Untuk itu perlu ditambah porsi latihan, serta penghargaan kepada atlet dan pelatih agar mereka bisa bertanding maksimal,” kata Safujianto.
