RADARPEKALONGAN.ID, KENDAL – SMA Muhammadiyah 2 Boja, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, kembali membuktikan komitmen dan eksistensinya sebagai lembaga pendidikan pencetak talenta olahraga yang diperhitungkan. Pada acara wisuda dan purnawiyata yang digelar Senin (11/5/2026), sekolah ini mencatatkan torehan gemilang di kancah sepak bola nasional.
Dalam momentum tersebut, pihak sekolah melepas 52 siswa kelas XII. Dari jumlah itu, 18 di antaranya merupakan siswa kelas khusus Akademi Sarana Talenta Indonesia (ASTI) yang selama ini menjalani program pembinaan sepak bola secara intensif.
Perhatian utama tertuju pada pencapaian salah satu lulusan ASTI, Shoyyo Himawan Putranto. Pemain muda berbakat tersebut secara resmi mendapat panggilan untuk mengikuti tahapan seleksi Timnas U-17 guna persiapan ajang ASEAN Boys AFF.
Baca Juga:Parah! Sewa Eks Pendopo Kabupaten Pekalongan Rp 2,9 Miliar Nunggak, Baru Dibayar Rp 290 JutaMemprihatinkan! Balita Gringsing Batang Alami Gizi Buruk, Usia 2 Tahun Berat Hanya 6,2 Kg
Kepala SMA Muhammadiyah 2 Boja, Buwana Fatoni, menyampaikan rasa bangganya atas capaian luar biasa tersebut. Ia turut memuji sikap rendah hati Shoyyo di tengah prestasi besar yang berhasil diraihnya.
“Dia tidak mau menerima hadiah uang dari kami. Dia justru memilih piagam penghargaan. Katanya uang sudah cukup,” ungkap Buwana mengapresiasi.
Dominasi Prestasi di Daerah hingga Provinsi
Selain Shoyyo, kontribusi siswa ASTI lainnya bagi daerah juga sangat masif. Sebanyak dua siswa tercatat berhasil menembus skuad kontingen Jawa Tengah pada Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV). Sementara itu, 10 siswa lainnya dipastikan akan membela nama Kabupaten Kendal di ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) 2026.
Bahkan, sekitar 70 persen pemain inti Persik Kendal saat ini diketahui merupakan hasil binaan dari ASTI Boja.
“Alhamdulillah, anak-anak kami kembali dipercaya membawa nama Kabupaten Kendal. Ini menjadi bukti pembinaan yang kami lakukan berjalan baik,” kata Buwana.
Lebih lanjut Buwana menjelaskan, kerja sama pembinaan sepak bola dengan ASTI Pusat Kudus yang dirintis sejak empat tahun lalu telah menjelma menjadi ikon utama sekolah. Keberadaan program unggulan ini berdampak signifikan terhadap kepercayaan masyarakat dan peningkatan kuantitas peserta didik.
“Salah satu ikon SMA Muhammadiyah 2 Boja adalah membina dan melatih siswa yang memiliki talenta sepak bola. Kerja sama dengan ASTI Pusat Kudus dibangun empat tahun lalu. Saat itu jumlah siswa kami bahkan masih di bawah 100,” paparnya. Kini, jumlah total siswa di sekolah tersebut telah melonjak mencapai 193 orang.
