Menabung Sejak Awal Semester, Siswa SD Muhammadiyah 04 Pekajangan Jajal Jadi Backpacker ke Semarang

Menabung Sejak Awal Semester, Siswa SD Muhammadiyah 04 Pekajangan Jajal Jadi Backpacker ke Semarang
JELAJAHI - Siswa kelas 5 SD Muhammadiyah 04 Pekajangan, atau yang populer dengan sebutan Sekolah Alam Mata Angin, memilih menjadi \"backpacker sehari\" untuk menjelajahi keindahan Kota Semarang.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Pendidikan karakter dan kemandirian tak selalu harus diajarkan di balik meja kelas. Hal ini dibuktikan secara langsung oleh 15 siswa kelas 5 SD Muhammadiyah 04 Pekajangan, atau yang populer dikenal sebagai Sekolah Alam Mata Angin, yang melakukan perjalanan edukasi bergaya backpacker ke Kota Semarang.

Bukan menggunakan jasa biro perjalanan wisata bergaya mewah, perjalanan ini terasa sangat istimewa karena didanai dari hasil keringat para siswa sendiri. Sejak awal semester, mereka diajarkan untuk menyisihkan uang saku secara kolektif demi mewujudkan pengalaman belajar langsung di lapangan.

Rombongan bertolak dari Pekalongan menuju Semarang menggunakan moda transportasi darat kereta api. Bagi sebagian siswa, momen ini menjadi pengalaman pertama yang sangat berkesan. Setibanya di ibu kota Jawa Tengah tersebut, tantangan sesungguhnya menanti. Para siswa yang didampingi oleh empat orang guru dituntut untuk berpindah dari satu destinasi wisata ke destinasi lainnya menggunakan fasilitas transportasi publik Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang.

Baca Juga:Wali Kota Pekalongan Ajak Warga Biasakan Belanja Tanpa Plastik Sekali Pakai untuk Tekan SampahSapi Jumbo 900 Kg Asal Batang Terpilih Jadi Hewan Kurban Presiden Prabowo pada Idul Adha 2026

“Kami ingin anak-anak merasakan bahwa belajar bisa dilakukan di mana saja. Lewat perjalanan ini, mereka belajar mandiri, tanggung jawab, dan memahami kehidupan secara langsung,” ujar Wali Kelas 5, Bu Mut, saat mendampingi kegiatan tersebut.

Belajar Literasi Tata Ruang dan Sejarah

Selama di Semarang, para siswa menjelajahi sejumlah situs sejarah dan ikon budaya kota, mulai dari Kelenteng Sam Poo Kong, Lawang Sewu, Museum Mandala Bhakti, hingga menyusuri kawasan klasik Kota Lama Semarang.

Di balik kegiatan pariwisata tersebut, terdapat muatan pembelajaran teknis yang diselipkan, seperti kemampuan membaca rute bus kota, menjaga barang bawaan pribadi, hingga berlatih etika dan ketertiban di fasilitas umum. Pengalaman membaur dengan masyarakat komuter ini meninggalkan kesan mendalam bagi peserta didik.

“Aku senang waktu naik bus Trans Semarang karena ramai, rasanya benar-benar jadi backpacker,” ungkap Tristan, salah satu siswa yang tampak antusias menikmati perjalanan.

Kepala SD Muhammadiyah 04 Pekajangan, Khalila Rahma, S.Pd.I., memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif dan keberanian para siswanya. Menurutnya, pihak sekolah selalu berupaya mendekatkan kurikulum pendidikan dengan realitas kehidupan agar anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang peka dan menghargai sebuah proses.

0 Komentar