Sapi Jumbo 900 Kg Asal Batang Terpilih Jadi Hewan Kurban Presiden Prabowo pada Idul Adha 2026

Sapi Jumbo 900 Kg Asal Batang Terpilih Jadi Hewan Kurban Presiden Prabowo pada Idul Adha 2026
M. DHIA THUFAIL SAPI PRESIDEN - Inilah sapi pesanan Presiden RI Prabowo Subianto untuk ibadah kurban pada Iduladha 1447 H mendatang.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, BATANG – Kabupaten Batang, Jawa Tengah, kembali mencuri perhatian publik menjelang peringatan Hari Raya Idul Adha 2026. Seekor sapi berukuran raksasa dengan bobot mencapai 900 kilogram asal Kecamatan Reban, resmi dipinang oleh Presiden RI Prabowo Subianto sebagai hewan kurban.

Sapi premium tersebut merupakan hasil budidaya peternak lokal bernama Sugeng. Saat ini, seluruh tahapan seleksi kesehatan hewan hingga proses administrasi dan negosiasi harga bersama tim Sekretariat Presiden (Setpres) dinyatakan telah rampung.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) Kabupaten Batang, M. Arief Edyanto, mengonfirmasi tercapainya kesepakatan jual-beli hewan kurban tersebut.

Baca Juga:Tragis! Lansia di Poncol Pekalongan Tewas Dianiaya Anak Kandung Pakai Cobek BatuTunggakan PAD Capai Rp 800 Juta, LSM Desak Pemkab Pekalongan Putus Kontrak Pengelola Eks Pendopo

“Pada proses, sudah pada proses. Kemarin diadakan penawaran harga dari peternak kepada Setpres yang didelegasi dari Kepresidenan dan sudah terjadi kesepakatan harga,” ujar Arief saat memberikan keterangan, Senin (11/5/2026).

Harga Premium dan Spesifikasi Genetik Unggul

Arief memaparkan bahwa nilai jual sapi dengan bobot nyaris satu ton ini berada jauh di atas harga rata-rata di pasaran. Secara klasifikasi, sapi kurban dengan berat hidup di atas 500 kilogram sudah masuk dalam kategori premium.

“Harganya memang lebih tinggi daripada per kilo yang umum karena bobotnya khusus. Di atas 500 kilogram itu sudah harga spesial. Kisaran Rp 90 ribu sampai Rp 100 ribu per kilogram,” jelasnya merinci. Sebagai catatan perbandingan, harga normal sapi lokal standar saat ini berkisar Rp 70.000 per kilogram berat hidup.

Selain keunggulan pada bobot tubuhnya yang fantastis, sapi pilihan Kepala Negara ini juga memiliki keunikan postur dan genetik. Hewan ini merupakan hasil kawin silang (multi-breeding) dari berbagai indukan sapi berkualitas tinggi.

“Jenisnya multi-breeding. Kepalanya Simmental, warnanya Charolais. Jadi perpaduan beberapa jenis. Biasanya silangan PO dengan Simmental, PO dengan Limousin atau Charolais,” papar Arief.

Menariknya, sapi kurban milik Presiden Prabowo ini tidak akan diboyong ke Jakarta. Hewan tersebut diproyeksikan untuk disembelih di daerah asalnya dan dagingnya akan didistribusikan langsung kepada warga sekitar.

“Informasinya nanti ditetapkan untuk masjid di daerah Lebo, Gringsing,” pungkasnya.

Terpilihnya sapi asal Batang sebagai hewan kurban kepresidenan ini menjadi katalis positif bagi sektor peternakan setempat. Hal ini sekaligus membuktikan bahwa peternak daerah mampu menghasilkan komoditas ternak berkualitas tinggi yang memenuhi standar kesehatan dan kelayakan ketat dari Istana Kepresidenan. (fel)

0 Komentar