RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Wali Kota Pekalongan, A. Afzan Arslan Djunaid, secara resmi mengimbau masyarakat untuk membatasi penggunaan kantong plastik sekali pakai. Langkah taktis ini dinilai krusial sebagai aksi nyata untuk menekan volume limbah yang terus menjadi persoalan lingkungan di kawasan perkotaan.
Pesan dan imbauan tersebut disampaikan oleh pria yang akrab disapa Aaf ini di sela-sela perhelatan Run for Rivers Kota Pekalongan, sebuah kampanye pelestarian dan kebersihan ekosistem sungai.
Aaf menyoroti tren melonjaknya harga plastik di pasaran saat ini. Menurutnya, kondisi tersebut seharusnya bisa dimanfaatkan sebagai momentum bagi warga untuk beralih gaya hidup. Ia mendorong masyarakat untuk menghidupkan kembali tradisi lama yang terbukti lebih ramah lingkungan saat berbelanja.
Baca Juga:Tragis! Lansia di Poncol Pekalongan Tewas Dianiaya Anak Kandung Pakai Cobek BatuTunggakan PAD Capai Rp 800 Juta, LSM Desak Pemkab Pekalongan Putus Kontrak Pengelola Eks Pendopo
“Harga plastik masih melonjak tinggi. Ayo masyarakat, saatnya kita kembali lagi ke zaman ibu dan mbah kita dulu. Misalkan belanja ke pasar ya pakai keranjang, belanja ke minimarket ya bawa tas sendiri, bawa tas kertas. Pokoknya ayo kita kembali lagi, kita kurangi sampah plastik,” ujar Aaf menegaskan imbauannya.
Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa manajemen pengelolaan sampah bukan semata-mata beban pemerintah daerah. Solusi penanganan sampah mutlak membutuhkan sinergi dan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat, yang harus dimulai dari hulu, yakni tingkat rumah tangga, Rukun Tetangga (RT), Rukun Warga (RW), hingga kelurahan.
“Peran masyarakat dalam mengatasi sampah itu juga sangat penting, mulai dari rumah tangga, RT, RW, hingga kelurahan. Alhamdulillah sudah ada beberapa kelurahan kita yang memang pengelolaan sampahnya di daerah masing-masing sudah sangat baik,” tuturnya memberikan apresiasi.
Sebagai penutup, Aaf menyampaikan dukungannya terhadap berbagai inisiatif gerakan sosial peduli lingkungan yang semakin masif disuarakan oleh warga. Ia menaruh harapan besar agar kampanye-kampanye semacam ini mampu memantik kesadaran kolektif masyarakat Kota Pekalongan dalam menjaga kebersihan lingkungan dari ancaman cemaran sampah plastik.
“Mudah-mudahan ini jadi penyemangat juga karena ini sekaligus kampanye untuk sadar sampah semuanya,” kata Aaf memungkasi. (NUL)
