Tekan Kematian Ibu dan Bayi, Dinkes Pekalongan Intensifkan Kelas Kehamilan di 14 Puskesmas

Tekan Kematian Ibu dan Bayi, Dinkes Pekalongan Intensifkan Kelas Kehamilan di 14 Puskesmas
KELAS - Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Kesehatan terus memperkuat upaya peningkatan kesehatan ibu dan anak melalui pelaksanaan kelas ibu hamil di seluruh puskesmas.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus menggencarkan upaya penekanan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Salah satu strategi preventif yang kini diintensifkan adalah optimalisasi program kelas ibu hamil di 14 puskesmas se-Kota Pekalongan.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat dan Pencegahan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, dr. Dita Rasnasuri, memaparkan bahwa program ini krusial dalam merespons temuan kasus kematian ibu di wilayahnya.

“Untuk tahun ini hingga bulan April tercatat ada tiga kasus angka kematian ibu. Oleh karena itu, kelas ibu hamil menjadi salah satu upaya penting untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran ibu selama masa kehamilan hingga pasca persalinan,” tutur Dita memberikan keterangan di Pekalongan.Sebagai perbandingan, berdasarkan data Dinkes Kota Pekalongan, sepanjang tahun 2025 lalu tercatat ada lima kasus kematian ibu.

Baca Juga:Tunggakan PAD Capai Rp 800 Juta, LSM Desak Pemkab Pekalongan Putus Kontrak Pengelola Eks PendopoCetak Atlet Berbakat, Siswa ASTI SMA Muhammadiyah 2 Boja Tembus Seleksi Timnas U-17 AFF

Dita menjelaskan, kelas ibu hamil tidak sekadar memberikan teori kehamilan. Program ini dirancang komprehensif untuk mendampingi para ibu sejak fase awal kehamilan, proses persalinan, hingga melewati masa nifas (42 hari setelah melahirkan).

“Kelas ibu hamil menjadi langkah preventif melalui edukasi dan penyuluhan. Pendampingan diberikan agar ibu memahami pentingnya menjaga kesehatan diri dan bayi,” jelasnya.Deteksi Dini dan Optimalisasi Fasilitas UHC

Selain menekan AKI dan AKB, edukasi intensif ini juga menjadi garda terdepan dalam memutus mata rantai stunting di Kota Pekalongan. Pemantauan sejak dalam kandungan dinilai sangat esensial untuk mendeteksi berbagai gangguan tumbuh kembang anak secara dini.

“Saat ini perhatian terhadap kesehatan anak semakin penting, termasuk deteksi dini terhadap berbagai gangguan perkembangan seperti ADHD dan kelainan lainnya yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan,” tambah Dita.Ia menegaskan, keberhasilan menekan angka fatalitas ini sangat bergantung pada tingkat kesadaran pasien. Penolakan terhadap tindakan medis atau kelalaian dalam pemeriksaan rutin kerap menjadi faktor utama penyebab kematian ibu. Oleh karena itu, ibu sebagai ujung tombak kesehatan keluarga dituntut patuh pada anjuran tenaga kesehatan.

Sebagai bentuk dukungan penuh, Pemkot Pekalongan telah menjamin kelengkapan fasilitas layanan kesehatan dasar. Masyarakat juga diberikan kemudahan akses penanganan medis melalui skema Universal Health Coverage (UHC) yang telah berjalan di Kota Pekalongan.

0 Komentar