Akhir Pencarian 3 Hari, Lansia Kendal Ditemukan Tewas Tenggelam di Sungai Bodri

Akhir Pencarian 3 Hari, Lansia Kendal Ditemukan Tewas Tenggelam di Sungai Bodri
ABDUL GHOFUR DITEMUKAN - Setelah tiga hari pencarian intensif, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah telah diserahkan kepada pihak keluarga melalui RSUD Kendal, Selasa (12/5/2026).
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KENDAL – Operasi pencarian terhadap seorang warga lanjut usia (lansia) yang dilaporkan hilang misterius di kawasan Sungai Bodri, Desa Kumpulrejo, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, akhirnya berakhir. Korban atas nama Kasdi (73) ditemukan oleh tim SAR gabungan dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa (12/5/2026) pagi.

Penemuan jenazah ini menutup proses pencarian intensif yang telah berlangsung selama tiga hari berturut-turut. Korban ditemukan sekitar pukul 09.45 WIB di titik pancang arus sungai, yang berjarak kurang lebih 1 kilometer dari lokasi awal mula kejadian.

Usai dievakuasi dari derasnya aliran sungai, jenazah lansia tersebut langsung dilarikan ke RSUD Kendal untuk proses penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Baca Juga:Parah! Pengelola Eks Pendopo Pekalongan Nunggak Sewa, Pemkab Resmi Layangkan SP2 dan Ancam Putus KontrakRutan Pekalongan Rilis MANJI KEREN, Layanan Antar Gratis Warga Binaan Pulang ke Rumah

Kronologi Kejadian

Sebelumnya, Kepala Desa Kumpulrejo, Basuki, telah melaporkan hilangnya korban kepada Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Kendal.

Insiden ini bermula saat korban pamit berangkat ke ladang di sekitar tanggul Sungai Bodri pada Minggu pagi sekitar pukul 10.00 WIB untuk bercocok tanam. Berdasarkan kebiasaan sehari-hari, Kasdi selalu pulang pada waktu zuhur untuk beristirahat dan beribadah. Namun, nahas, pada hari kejadian ia tak kunjung kembali ke rumah.

Kecurigaan memuncak saat pihak keluarga menyusul ke area ladang. Di lokasi kejadian, keluarga hanya menemukan bibit tanaman serta sabit milik korban yang tertinggal, sementara Kasdi tak diketahui keberadaannya. Usai pencarian mandiri oleh warga tak membuahkan hasil, insiden ini langsung diteruskan ke pihak berwajib.

Medan Sulit dan Arus Deras

Merespons laporan tersebut, tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas Semarang, BPBD Kendal, aparat TNI-Polri, relawan, dan warga setempat langsung menggelar operasi penyisiran darat maupun air menggunakan rescue boat di sepanjang aliran sungai menuju arah muara.

Salah satu petugas SAR gabungan menyampaikan bahwa operasi ini telah dilakukan secara maksimal sejak hari pertama hilangnya korban.

“Tim sudah berupaya semaksimal mungkin dengan penyisiran di berbagai titik, baik melalui jalur air maupun darat,” ujar petugas tersebut usai proses evakuasi. Ia menambahkan bahwa arus sungai yang sangat deras dan kondisi medan yang menantang menjadi kendala utama di lapangan.

0 Komentar