Dugaan Bullying, Bocah di Batang Luka Parah Tersiram Bensin, Keluarga Resmi Lapor Polisi

Dugaan Bullying, Bocah di Batang Luka Parah Tersiram Bensin, Keluarga Resmi Lapor Polisi
DOK. ISTIMEWA DIRAWAT - Kondisi tubuh korban yang telah mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit usai
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, BATANG – Nasib nahas menimpa seorang bocah di Kelurahan Proyonanggan Selatan, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang. Ia menderita luka bakar serius di sekujur tubuhnya akibat tersiram bensin saat bermain pada Minggu, 10 Mei 2026. Kasus ini kini berbuntut panjang lantaran pihak keluarga korban menduga ada unsur kesengajaan dan telah menempuh jalur hukum.

Peristiwa tragis tersebut terjadi sekitar pukul 09.00 WIB di kawasan Dukuh Legok Sari RT 02 RW 05. Lurah Proyonanggan Selatan, Fariz Mukti, memaparkan bahwa insiden bermula saat korban dan teman-temannya sedang bermain burung merpati.

Di tengah permainan, muncul inisiatif dari kelompok anak tersebut untuk membakar tumpukan sampah menggunakan bensin yang disedot dari tangki sepeda motor.

Baca Juga:Akhir Pencarian 3 Hari, Lansia Kendal Ditemukan Tewas Tenggelam di Sungai BodriParah! Pengelola Eks Pendopo Pekalongan Nunggak Sewa, Pemkab Resmi Layangkan SP2 dan Ancam Putus Kontrak

“Korban dolanan doro (main merpati) terus pelaku datang sama teman-temannya. Karena ramai, pelaku ada ide bakar sampah dengan mengambil bensin dari motor dengan selang,” tutur Fariz menjelaskan kronologi awal.

Fariz menambahkan, bensin tersebut ditampung dalam sebuah wadah plastik. Nahas, saat proses pembakaran berlangsung, api menyambar wadah berisi bensin tersebut. Dalam kondisi panik, sang pembawa wadah melemparnya ke arah belakang dan celakanya tepat mengenai tubuh korban.

“Sudah masuk botol sebagian dan saat bersamaan ada yang sambil merokok, lalu kebakar. Karena panik, botol bensin dilempar dan mengenai korban,” jelasnya merinci kejadian.Dugaan Perundungan (Bullying)

Namun, versi berbeda sekaligus mengejutkan diungkapkan oleh pihak keluarga korban. Berdasarkan pengakuan korban, insiden penyiraman bensin tersebut diduga kuat disengaja oleh terduga pelaku yang disebut-sebut kerap melakukan perundungan (bullying) terhadapnya.

“Sementara versi korban, pelaku sengaja nyiram dan bakar karena diduga selama ini memang sering membully,” ungkap Fariz.

Akibat insiden ini, korban menderita luka bakar parah pada area wajah, dada, dan perut. Ia kini masih harus menjalani perawatan intensif di RSUD Kalisari Batang. Upaya mediasi di tingkat kelurahan sempat dijajaki, namun keluarga korban mantap membawa kasus ini ke ranah hukum dengan melapor ke Polres Batang pada Minggu sore, pukul 16.18 WIB.

Polisi Janjikan Penanganan Khusus

Kasatreskrim Polres Batang, IPTU Albertus Sudaryono, mengonfirmasi adanya laporan dari pihak keluarga korban. Mengingat pihak-pihak yang terlibat berstatus anak di bawah umur, kepolisian berjanji akan menangani kasus ini dengan kehati-hatian ekstra.

0 Komentar