RADARPEKALONGAN.ID, WIRADESA – Kabar gembira bagi para peternak unggas yang belakangan ini dibikin pusing tujuh keliling! Di tengah harga telur yang sedang anjlok dan harga pakan yang meroket gila-gilaan, Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Perum Bulog resmi meluncurkan pelampung penyelamat.
Pemerintah secara resmi menggulirkan Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Jagung tingkat konsumen tahun 2026 yang dikhususkan bagi Koperasi Peternak Unggas Sejahtera di wilayah Kabupaten Pekalongan, Batang, dan Tegal.
Peluncuran program sekaligus penyaluran perdana yang sangat dinanti-nanti ini dieksekusi langsung di Gudang Bulog Bondansari, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan. Acara ini dihadiri oleh jajaran petinggi Bapanas, Bulog Jawa Tengah, Bulog Cabang Tegal, hingga perwakilan dinas terkait dan para peternak lokal.
Baca Juga:Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus 2026, Penumpang KA di Pekalongan Tembus 18 RibuNgeri! Jembatan Antar Kecamatan di Kendal Putus Diterjang Banjir, Pemkab Minta Rekomtek Diturunkan
Direktur SPHP Bapanas, Maino Dwi Hartono, membeberkan bahwa program ini adalah langkah konkret dan cepat dari pemerintah untuk menyelamatkan napas para peternak ayam petelur yang tengah terjepit mahalnya biaya produksi.
“Dalam dua hingga tiga minggu terakhir, para peternak telur menghadapi kenaikan biaya produksi seperti jagung, konsentrat, dan DOC. Sementara di sisi lain harga telur mengalami penurunan. Karena itu pemerintah menyalurkan SPHP jagung untuk membantu meringankan biaya produksi peternak,” ungkap Maino Dwi Hartono.
Penyaluran Tepat Sasaran via Aplikasi
Maino menambahkan, penyaluran SPHP jagung di bawah naungan Bulog Tegal ini merupakan yang pertama kalinya dilakukan dan telah melalui fase uji coba pembelian oleh koperasi peternak setempat. Program subsidi jagung ini dipastikan akan terus mengalir hingga akhir tahun 2026 dengan skema alokasi yang disesuaikan dengan skala usaha peternak.
Biar tak salah sasaran, data penerima jagung murah ini dikunci ketat! Hanya peternak yang datanya telah terverifikasi berjenjang dan masuk dalam Surat Keputusan (SK) Kementerian Pertanian yang berhak mendapatkan jatah.
“Dengan data by name by address sesuai populasi ternak, Bulog dapat menyalurkan jagung SPHP secara tepat sasaran,” tegasnya.
Di tempat yang sama, Wakil Pemimpin Wilayah Bulog Jawa Tengah, Gandi Prarista, memastikan stok jagung aman terkendali. Kanwil Bulog Jateng telah dijatah kuota SPHP jagung sebanyak 36 ribu ton untuk tahun 2026.
