Mengenai potret kinerja setahun ke belakang, Balgis menilai performa kolektif KKMP berada pada grafik yang cukup stabil. Sebagai entitas yang baru seumur jagung, hambatan yang muncul mayoritas hanya berupa penyesuaian teknis terhadap regulasi dan birokrasi legalitas yang dinamis.
Namun, seiring dengan telah rampungnya seluruh instrumen regulasi dan payung hukum pada tahun ini, Pemkot Pekalongan memasang target agresif untuk mengaktivasi seluruh sisa koperasi yang belum produktif.
“Di tahun ini sudah terbentuk semua peraturannya, maka kita tinggal langsung menjalankan koperasi ini. Harapannya di tahun kedua ini betul-betul nanti tidak hanya lebih dari 50 persen yang berjalan, tetapi bisa 100 persen berjalan,” ucap Balgis optimistis.
Baca Juga:Geger Penyebaran HIV/AIDS Pekalongan Siaga Satu, Wali Kota Aaf Buka Suara Soal Rapat Viral di KarimunjawaTekan Fatalitas Kecelakaan Pantura, Satlantas Batang Giring Truk Sumbu 3 Masuk Lewat Gerbang Tol Kandeman
Tantangan Kesenjangan Manajemen dan Penguatan SDM
Di sisi lain, analis koperasi sekaligus narasumber kegiatan, Ahmad Subagyo, memaparkan potret evaluasi yang lebih kritis. Berdasarkan riset dan survei minor yang dilakukannya terhadap para pengelola KKMP di Kota Pekalongan, ditemukan indikasi adanya kesenjangan (gap) yang cukup lebar antara ekspektasi tinggi masyarakat dengan realisasi layanan di lapangan.
“Harapannya begitu sangat besar, tapi kenyataannya belum seperti apa yang diinginkan,” tutur Ahmad Subagyo menjabarkan realita di tingkat akar rumput.
Subagyo menganalisis bahwa titik lemah mendasar dari lambatnya akselerasi KKMP bersumber dari keterbatasan kompetensi teknis sumber daya manusia (SDM) dalam mengelola tata kelola manajemen risiko dan strategi ekspansi bisnis.
Guna mengatasi kendala struktural tersebut, ia menyarankan agar pengurus KKMP segera mengintegrasikan potensi komoditas unggulan daerah, seperti sektor industri batik rumahan dan sektor perikanan tangkap, sebagai basis kekuatan ekonomi baru. Melalui optimalisasi potensi lokal dan penguatan kapasitas manajemen, KKMP diharapkan mampu menjelma sebagai motor penggerak ketahanan ekonomi yang mandiri bagi masyarakat kelurahan. (nul)
