RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Fase transisi dari jenjang Taman Kanak-Kanak (TK) menuju Sekolah Dasar (SD) kerap memicu persoalan pelik, terutama terkait kesenjangan kemampuan membaca pada anak. Menghadapi kendala tersebut, Nur Khikmah, S.Pd., seorang guru kelas 1 di SDN Kuripan Lor 01, Kota Pekalongan, menggagas sebuah metode pembelajaran inovatif yang diberi nama “Bakul Seblak” (Baca Buku Lima Menit Sebelum Berakhir Pembelajaran).
Format pembelajaran ini mengoptimalkan sisa waktu lima menit di penghujung jam pelajaran, tepat sebelum para siswa melafalkan doa pulang. Dalam durasi yang relatif singkat tersebut, setiap siswa diwajibkan membaca buku dari perpustakaan yang klasifikasinya telah disesuaikan dengan tingkat performa membaca masing-masing anak.
“Pembelajaran itu setelah rangkaian pelajaran dari awal proses pembelajaran sampai akhir. Ketika pelajaran sudah selesai, saya sisakan waktu 5 menit untuk, sebelum doa, anak-anak saya beri bacaan dari perpustakaan dengan tingkat membaca lancar dan tidaknya anak,” kata Nur Khikmah saat menerangkan substansi inovasinya, Rabu (20/5/2026).
Baca Juga:Tekan Fatalitas Kecelakaan Pantura, Satlantas Batang Giring Truk Sumbu 3 Masuk Lewat Gerbang Tol KandemanBus Rombongan SMPN 2 Brangsong Kecelakaan di Tol Cipali KM 88, 1 Orang Tewas dan 7 Luka-luka
Klasifikasi Kemampuan dan Pendekatan Bertahap
Nur Khikmah menguraikan bahwa program literasi ini sejatinya telah dirintis sejak awal semester ganjil, tepatnya pada Agustus setelah masa pengenalan lingkungan sekolah berakhir. Sebab pada bulan Juli atau awal tahun ajaran baru, kondisi psikologis dan akademis siswa dinilai masih berada dalam tahap penyesuaian masa transisi.
“Agustus itu akhirnya saya bisa membagi anak-anak itu tingkat membacanya yang lemah, sedang, dan lancar. Berawal dari situ, mulai saya terapkan tiap hari,” ujar Nur Khikmah menjelaskan.
Pada fase rintisan tersebut, ia memanfaatkan waktu menjelang jam istirahat untuk meminta siswa maju satu per satu guna menguji kemampuan mengeja menggunakan buku panduan bertingkat dari jilid 1 hingga jilid 6.
Memasuki semester genap, mayoritas siswa menunjukkan progresivitas yang signifikan. Berangkat dari evaluasi tersebut, format “Bakul Seblak” dijalankan secara masif dengan target seluruh siswa kelas 1 memiliki kompetensi membaca yang matang sebelum naik ke kelas 2.
Efektivitas Metode dan Kolaborasi dengan Wali Murid
Implementasi yang konsisten ini membuahkan hasil yang positif. Berdasarkan data evaluasi internal, saat ini sebanyak 85 persen siswa kelas 1 di SDN Kuripan Lor 01 tercatat telah mampu membaca dengan fasih dan lancar.
