Usia Muda Rentan Hipertensi dan HIV Menyasar Kampus, Wali Kota Aaf Warning Keras Layanan Kesehatan Pekalongan

Usia Muda Rentan Hipertensi dan HIV Menyasar Kampus, Wali Kota Aaf Warning Keras Layanan Kesehatan Pekalongan
PENGUATAN - Dinkes Kota Pekalongan menggelar kegiatan Penguatan Kapasitas Manajemen Jejaring Kota Pekalongan Tahun 2026.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Sebuah peringatan keras dan alarm bahaya bagi warga Kota Batik, terutama kalangan generasi muda! Wali Kota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid, blak-blakan membongkar adanya pergeseran ngeri terkait pola penyebaran penyakit fatal di wilayahnya.

Pria yang akrab disapa Wali Kota Aaf ini membeberkan fakta bahwa penyakit mematikan seperti hipertensi dan diabetes kini tak lagi memonopoli kelompok lansia, melainkan sudah mulai menggerogoti warga di usia produktif. Tak hanya itu, kasus infeksi HIV di Kota Pekalongan dilaporkan masih bertengger di angka tinggi, bahkan mirisnya sudah mulai merambah ke kalangan mahasiswa di area kampus.

Menyikapi fenomena darurat ini, Pemkot Pekalongan melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) langsung bergerak cepat memperketat benteng pertahanan. Mereka mengumpulkan seluruh elemen medis dalam Kegiatan Penguatan Kapasitas Manajemen Jejaring Kota Pekalongan Tahun 2026 di Hotel Khas Pekalongan, Selasa (19/5/2026).

Baca Juga:Tekan Fatalitas Kecelakaan Pantura, Satlantas Batang Giring Truk Sumbu 3 Masuk Lewat Gerbang Tol KandemanBus Rombongan SMPN 2 Brangsong Kecelakaan di Tol Cipali KM 88, 1 Orang Tewas dan 7 Luka-luka

“Ini penguatan jejaring dari Dinas Kesehatan, bukan hanya dari Dinas Kesehatan saja, tetapi juga puskesmas, posyandu, rumah sakit masyarakat, praktik dokter mandiri dan lainnya. Mudah-mudahan komitmen Kota Pekalongan terhadap kesehatan masyarakat semakin kuat, terutama melalui penguatan jejaring ini,” tegas Wali Kota Aaf dengan nada serius.

Satu-satunya di Pekalongan Raya yang Pertahankan Status UHC

Di tengah gempuran persoalan kesehatan tersebut, Aaf mengaku bersyukur lantaran Kota Pekalongan masih memegang komitmen penuh dalam menjamin jaminan kesehatan warganya. Terbukti, dari seluruh daerah di wilayah Pekalongan Raya, hanya Kota Pekalongan yang sukses mengunci status Universal Health Coverage (UHC).

“Di Pekalongan Raya, hanya Kota Pekalongan yang masih UHC dan ini harus terus disampaikan kepada masyarakat sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam pelayanan kesehatan,” imbuh Aaf bangga.

Meski begitu, Aaf meminta jajarannya tidak terlena. Ia menyoroti tajam perubahan pola makan dan gaya hidup buruk masyarakat yang memicu meledaknya kasus diabetes dan hipertensi di usia 30-an tahun. Aaf juga memerintahkan Dinkes untuk bergandengan tangan dengan Dinas Pendidikan demi mendobrak stigma tabu terkait edukasi seks, kesehatan reproduksi, serta bahaya narkoba di sekolah dan kampus.

0 Komentar