“Edukasi tentang HIV dan bahaya narkoba harus diperkuat. Saya juga meminta ada penguatan jejaring dengan Dinas Pendidikan agar edukasi kepada generasi muda bisa berjalan lebih maksimal,” ujarnya memberi instruksi.
Ubah Paradigma Medis: Puskesmas Jadi Pusat Komando
Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, dr. Indah Kurniawati, menjelaskan bahwa untuk menyukseskan target tersebut, pihaknya kini resmi mengubah kiblat pelayanan medis. Sesuai instruksi Kementerian Kesehatan, fokus pelayanan kini beralih total ke aspek promotif (peningkatan status kesehatan) dan preventif (pencegahan).
“Kementerian Kesehatan saat ini berupaya mengubah image bahwa kesehatan itu bukan hanya sisi kuratif atau pengobatan saja, tetapi juga promotif dan preventif. Promotif itu meningkatkan status kesehatan, misalnya melalui perbaikan gizi, sedangkan preventif adalah mencegah penyakit,” urai dr. Indah.
Baca Juga:Tekan Fatalitas Kecelakaan Pantura, Satlantas Batang Giring Truk Sumbu 3 Masuk Lewat Gerbang Tol KandemanBus Rombongan SMPN 2 Brangsong Kecelakaan di Tol Cipali KM 88, 1 Orang Tewas dan 7 Luka-luka
Guna memuluskan strategi keroyokan ini, Dinkes melibatkan 50 peserta yang terdiri dari perwakilan puskesmas, 10 klinik swasta, tiga dokter praktik mandiri, hingga praktik bidan mandiri. Nantinya, puskesmas akan dijadikan pusat komando pembina wilayah yang membawahi seluruh klinik dan praktik swasta di sekitarnya.
Beberap program prioritas yang akan digenjot lewat manajemen jejaring ini di antaranya adalah program babat habis penyakit Tuberkulosis (TBC), penyediaan fasilitas cek kesehatan gratis berkala, hingga kampanye perbaikan gizi masyarakat secara massal.
“Kami ingin seluruh fasilitas kesehatan, termasuk swasta, memahami perkembangan program prioritas Kementerian Kesehatan sehingga mampu mendukung peningkatan status kesehatan masyarakat Kota Pekalongan,” pungkas dr. Indah optimis. (nul)
