Setahun Koperasi Kelurahan Merah Putih, Wawalkot Balgis Diab Desak KKMP Pekalongan Lahirkan Inovasi Ritel

Setahun Koperasi Kelurahan Merah Putih, Wawalkot Balgis Diab Desak KKMP Pekalongan Lahirkan Inovasi Ritel
REFLEKSI - Wakil Wali Kota Pekalongan, Balgis Diab saat hadir dalam kegiatan Ngaji Bareng Tentang Koperasi bertema “Refleksi 1 Tahun Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Kota Pekalongan”.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Pemerintah Kota Pekalongan mendesak jajaran pengurus Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di seluruh wilayah Kota Batik untuk keluar dari zona nyaman. Wakil Wali Kota Pekalongan, Balgis Diab, menegaskan bahwa lembaga keuangan mikro berbasis sosiologis ini tidak boleh sekadar hadir sebagai formalitas administratif, melainkan harus bertransformasi menjadi unit usaha aktif yang berdampak langsung pada penguatan daya beli dan pertumbuhan ekonomi domestik.

Pernyataan tersebut disampaikan Balgis usai menghadiri forum diskusi “Ngaji Bareng Tentang Koperasi” yang mengusung tema Refleksi 1 Tahun Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Kota Pekalongan. Agenda evaluasi berkala tersebut diselenggarakan di Rumah Dinas Wali Kota (Guest House) Kota Pekalongan.

Dalam forum tersebut, Balgis mengapresiasi konsistensi dan militansi para pengurus forum KKMP se-Kota Pekalongan yang selama 12 bulan terakhir mengawal jalannya kelembagaan koperasi di tingkat kelurahan.

Baca Juga:Geger Penyebaran HIV/AIDS Pekalongan Siaga Satu, Wali Kota Aaf Buka Suara Soal Rapat Viral di KarimunjawaTekan Fatalitas Kecelakaan Pantura, Satlantas Batang Giring Truk Sumbu 3 Masuk Lewat Gerbang Tol Kandeman

“Alhamdulillah kali ini ada kegiatan ngaji bareng dengan tema Refleksi 1 Tahun KKMP yang ada di Kota Pekalongan. Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh forum KKMP di Kota Pekalongan ini,” ujar Balgis Diab, Kamis (21/5/2026).

Diversifikasi Usaha: Tinggalkan Skema Klasik Simpan Pinjam

Balgis menguraikan, fase satu tahun pertama merupakan momentum krusial untuk memetakan ulang strategi bisnis dan menelurkan inovasi fungsional. Ia menekankan agar manajemen KKMP mengubah paradigma usaha dengan tidak melulu bergantung pada skema klasik koperasi simpan pinjam yang dinilai rentan.

KKMP diwajibkan jeli menangkap ceruk pasar baru di sektor ritel dan jasa kemasyarakatan lokal. Menurut Balgis, pemenuhan kebutuhan sosial warga—seperti penyewaan alat perlengkapan pesta, peranti hajatan, perangkat pengajian, hingga sistem pengeras suara (sound system)—merupakan diversifikasi bisnis yang sangat produktif dan memiliki perputaran arus kas cepat.

“Program koperasi ini tidak hanya melulu koperasi simpan pinjam saja, tetapi setiap kelurahan harus melihat dan mencermati dengan baik apa saja yang menjadi kebutuhan masyarakat. Misalnya kebutuhan sewa gelas, piring untuk hajatan, kegiatan pengajian, ataupun sound system, itu juga nanti bisa dibantu oleh koperasi. Jadi ada inovasinya,” kata Balgis memperinci cetak biru bisnis mikro kelurahan.

0 Komentar