Gara-gara Menantu Ogah Tinggal di Rumah Mertua
AKP Turkhan juga memberikan imbauan keras kepada kedua belah pihak keluarga besar agar bisa menahan diri. Ia meminta mereka tidak mengorbankan masa depan dan mental anak yang masih suci hanya demi menuruti ego sektoral orang dewasa.
Berdasarkan data intelijen yang dihimpun di lapangan, sumbu ledak perselisihan keluarga ini ternyata dipicu oleh masalah sepele. Sang mertua naik pitam lantaran menantunya, KA, memilih pulang dan tinggal di rumahnya sendiri di Tanjungsari, Siwalan.
KA emoh dipaksa tinggal serumah dengan mertuanya di Desa Waru, Wiradesa, selama ditinggal sang suami mengadu nasib mencari ikan di laut. Gara-gara urusan ranjang domestik dan pilihan domisili itulah, sang kakek nekat menjemput paksa sang cucu secara sepihak.
Baca Juga:Target Eliminasi 2030, Dinkes Batang Temukan 451 Kasus TBC dan Gencarkan Skrining Jemput BolaBerawal dari Penemuan Bayi di Ringinarum, Polres Kendal Tangkap Ayah yang Tega Setubuhi Anak Kandung
Beruntung, setelah polisi turun tangan menjadi penengah, ketegangan antar-besan tersebut akhirnya mereda. Kedua belah pihak akhirnya luluh, saling bersalaman, dan sepakat menandatangani perjanjian damai untuk menyelesaikan sengkarut rumah tangga ini secara kekeluargaan. (had)
