Atasi Banjir Pekalongan Utara, Dana Bankeu Jateng Rp5 Miliar Dikucurkan untuk Revitalisasi Drainase

Atasi Banjir Pekalongan Utara, Dana Bankeu Jateng Rp5 Miliar Dikucurkan untuk Revitalisasi Drainase
DRAINASE – Pemkot Pekalongan memperoleh Bankeu Rp5 Miliar untuk revitalisasi saluran drainase di Jl WR Supratman.
0 Komentar

Pekalongan, RADARPEKALONGAN.ID — Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) tengah mematangkan cetak biru proyek revitalisasi sistem drainase di sepanjang koridor Jalan WR Supratman, Kelurahan Panjang Wetan, Kecamatan Pekalongan Utara. Proyek strategis ini disokong oleh dana hibah Bantuan Keuangan (Bankeu) Pemerintah Provinsi Jawa Tengah senilai Rp5 miliar.

Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Kota Pekalongan, Romy Yulianto, mengungkapkan bahwa proyek tersebut saat ini masuk dalam fase penyusunan draf perencanaan matang. Tahapan evaluasi teknis ini telah dimulai sejak 3 Juni 2026 dan ditargetkan rampung secara administratif pada 21 Juni 2026.

Romy memaparkan, sasaran utama dari pembenahan infrastruktur kelautan dan lingkungan ini adalah mengoptimalkan volume pembuangan air larian (run-off) menuju rumah Pompa Sipucung. Langkah taktis ini dinilai mendesak guna mereduksi ancaman genangan air dan banjir rob yang kerap mengepung kawasan pesisir Pekalongan Utara.

Baca Juga:Izin Belum Lengkap tapi Sudah Uruk Lahan, Pemkab Kendal Warning Proyek Pabrik Pakan Ternak PT HaidaGenjot Pelayanan Publik, Kapolres Pekalongan Beri Penghargaan pada 10 Personel Presisi yang Berinovasi

“Tujuannya agar aliran air bisa terkoneksi dan mengalir ke arah utara menuju pompa. Ada beberapa saluran yang elevasinya perlu disesuaikan supaya aliran air lebih efektif,” ujar Romy Yulianto saat memberikan keterangan di ruang kerjanya, Kamis, 11 Juni 2026.

Secara teknis, bentang proyek penataan saluran ini memiliki panjang akumulatif mencapai 1.262 meter, yang areanya membentang dari titik eks bangunan Puskeswan hingga kawasan Patung Nelayan. Konstruksi fisik akan didominasi oleh pemasangan beton cetak siap pakai (u-ditch precast).

Rincian pekerjaan mencakup pemasangan komponen u-ditch berdimensi 1 meter x 1 meter sepanjang 741 meter, pembongkaran sekaligus restrukturisasi saluran lama (eksisting) sepanjang 120 meter, serta aplikasi u-ditch berukuran lebih besar yakni 120 sentimeter x 120 sentimeter pada rute sepanjang 346 meter.

Guna mengantisipasi kemacetan parah di urat nadi ekonomi kota, DPUPR bakal menerapkan metode pemasangan beton kotak (box culvert) pada titik persimpangan kritis, tepatnya di pertemuan arus antara Jalan WR Supratman dan Jalan Yos Sudarso. Metode ini dipilih karena efisiensi waktu pasang yang dinilai ramah terhadap kelancaran arus lalu lintas harian.

“Jalannya saat ini sudah tidak banjir, tetapi sistem salurannya masih perlu dioptimalkan agar aliran air lebih lancar dan dapat terserap maksimal oleh Pompa Sipucung,” kata Romy menambahkan target jangka pendek proyek tersebut.

0 Komentar