KENDAL, RADARPEKALONGAN.ID – Menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah yang bertepatan dengan tradisi 1 Suro, Pemerintah Desa Surokonto Wetan, Kecamatan Pageruyung, Kabupaten Kendal, meresmikan ikon desa bertuliskan “Satria Surokonto Wetan”. Landmark baru tersebut diharapkan menjadi simbol identitas desa sekaligus penyemangat masyarakat dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan.
Ikon yang berdiri di salah satu titik strategis desa itu langsung menarik perhatian warga. Selain mempercantik wajah desa, keberadaannya juga mengandung filosofi yang mencerminkan arah pembangunan Surokonto Wetan ke depan.
Kepala Desa Surokonto Wetan, Bambang Rasyono, mengatakan kata SATRIA merupakan akronim dari Sejahtera, Adil, Tertib, Rapi, Indah, dan Aman. Nilai-nilai tersebut menjadi cita-cita bersama yang ingin diwujudkan oleh pemerintah desa dan masyarakat.
Baca Juga:Polisi Tunggu Hasil Tes DNA Kasus Padepokan Padang Ati, 7 Korban DiperiksaKPK Periksa 14 Saksi Kasus Fadia Arafiq di Mapolres Pekalongan Kota Selama Tiga Hari
“Melalui ikon ini kami ingin mengajak seluruh warga untuk bersama-sama membangun desa yang nyaman, aman, tertata, dan semakin sejahtera. Momentum 1 Suro menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat semangat kebersamaan dan harapan baru,” tegas Bambang, Rabu (17/6/2026).
Menurutnya, ikon tersebut tidak sekadar menjadi penanda wilayah, tetapi juga sarana edukasi bagi generasi muda agar mengenal sejarah dan jati diri desanya. Hal itu terlihat dari adanya ornamen berbentuk keris yang menjadi bagian penting dari desain ikon. Ornamen keris tersebut melambangkan warisan budaya Desa Surokonto Wetan yang dikenal sebagai tempat asal pembuat keris legendaris, Ki Ageng Joko Suro.
Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Mifta Reza NP, yang merupakan putra asli Surokonto Wetan, mengapresiasi langkah pemerintah desa menghadirkan ikon tersebut. Menurutnya, simbol keris menjadi pengingat bahwa masyarakat tidak boleh melupakan sejarah dan tokoh yang berjasa bagi perkembangan desa.
“Ki Ageng Joko Suro merupakan tokoh yang dihormati masyarakat. Beliau diyakini memiliki peran penting dalam mengalirkan Sungai Tawing ke wilayah Surokonto Wetan, Surokonto Kulon, dan Kebongembong sehingga lahan pertanian di kawasan tersebut menjadi subur dan produktif,” ujar Mifta Reza. (fur)
