KENDAL, RADARPEKALONGAN.ID – Pemerintah melalui Kementerian Pertanian terus mendorong regenerasi petani dan pertanian berkelanjutan di Kabupaten Kendal. Salah satu upaya konkret terlihat dalam kegiatan temu bersama Tim Ahli Kementan yang digelar di Desa Wonosari sebagai bagian dari pelaksanaan Program Petani Milenial, Minggu (21/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Wonosari itu menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah desa, legislatif, kelompok tani, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), hingga organisasi masyarakat yang bergerak di bidang pangan dan pertanian. Pertemuan tersebut menjadi forum strategis untuk menyatukan langkah dalam membangun sektor pertanian yang produktif, berkelanjutan, dan mampu menarik minat generasi muda.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Wonosari Mukalil, Kepala Desa Sudipayung Yusuf, Ketua Komisi C DPRD Kendal Sisca Meritania, Tim Ahli Kementerian Pertanian Rendra Hidayat, Ketua LMDH Wonosari, serta perwakilan Genta Pangan Kendal.
Baca Juga:Jasad Pemuda Tersangkut Jaring Ditemukan, Kronologi Tenggelam di Sungai Bodri Berawal dari Rokok JatuhPedagang Kurangi Stok 30 Persen Imbas Harga Daging Sapi Naik Rp3.000 per Kg
Salah satu agenda yang dibahas adalah kerja sama antara PT Pupuk Indonesia dengan LMDH Desa Wonosari melalui program agroforestri. Program ini mengintegrasikan tanaman kehutanan dan pertanian dalam satu kawasan sehingga mampu meningkatkan produktivitas lahan tanpa mengabaikan aspek kelestarian lingkungan.
Kepala Desa Wonosari, Mukalil, menyatakan program Petani Milenial menjadi peluang besar bagi generasi muda untuk kembali melirik sektor pertanian sebagai profesi yang menjanjikan.
“Pertanian saat ini bukan lagi pekerjaan tradisional semata. Dengan dukungan teknologi, pendampingan, dan kolaborasi berbagai pihak, generasi muda dapat menjadi pelaku utama pertanian modern yang produktif dan berdaya saing,” tegasnya.
Sementara itu, Tim Ahli Kementerian Pertanian, Rendra Hidayat, menjelaskan bahwa Program Petani Milenial merupakan langkah strategis pemerintah dalam menyiapkan regenerasi petani nasional. Menurutnya, sektor pertanian membutuhkan sumber daya manusia yang adaptif, inovatif, dan mampu memanfaatkan perkembangan teknologi.
“Regenerasi petani menjadi kebutuhan mendesak. Melalui Program Petani Milenial, kami ingin mencetak petani muda yang tidak hanya mampu bertani, tetapi juga memiliki kemampuan manajerial dan kewirausahaan,” ujarnya.
Dalam sesi dialog, Abdillah dari LMDH Wonosari mengusulkan pembangunan embung di kawasan pertanian sebagai solusi mengatasi keterbatasan air saat musim kemarau.
