Darsono mengakui pemadaman listrik sempat membuat calon peserta didik dan orang tua khawatir, terutama mereka yang sedang memantau peringkat secara daring menjelang penutupan pendaftaran.
“Kendalanya memang saat listrik padam kemarin. Tapi setelah sistem kembali normal, proses pendaftaran bisa berjalan seperti biasa,” jelasnya.
Kemudahan sistem pendaftaran juga dirasakan masyarakat. Nita (47), warga Batang, mengaku proses SPMB tahun ini lebih praktis karena seluruh tahapan dapat dipantau secara daring.
“Tinggal daftar dan memantau hasilnya lewat HP,” ungkapnya.(nov)
