Bupati Batang Kawinkan Paket C dengan Jaminan Kerja, Kejar IPM dan Serap Tenaga Industri

Bupati Batang Kawinkan Paket C dengan Jaminan Kerja, Kejar IPM dan Serap Tenaga Industri
M. DHIA THUFAIL, Bupati Batang M Faiz Kurniawan saat menghadiri Jumpa Apresiasi Warga Pendidikan Kesetaraan (JAWARA) Jawa Tengah di Batang, Jumat (26/6).
0 Komentar

BATANG, RADARPEKALONGAN.ID – Pesatnya perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batang menghadirkan peluang besar bagi masyarakat. Masuknya investasi dari berbagai negara membuka ribuan lapangan pekerjaan. Namun, peluang tersebut belum sepenuhnya dapat dinikmati warga karena masih banyak tenaga kerja yang hanya berpendidikan setingkat SD dan SMP.

Kondisi itu mendorong Pemerintah Kabupaten Batang menyiapkan langkah percepatan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Salah satu terobosan yang dilakukan adalah melalui program beasiswa pendidikan kesetaraan Paket C yang dipadukan dengan pelatihan kompetensi hingga penyaluran kerja.

Bupati Batang M Faiz Kurniawan mengatakan, pendidikan kesetaraan menjadi salah satu cara paling efektif untuk mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sekaligus memenuhi kebutuhan tenaga kerja industri yang semakin beragam.

Baca Juga:Daya Tampung SMP di Pekalongan Cukup, Ada 1.350 Kursi Cadangan untuk Siswa BaruPolres Kendal Gagalkan Peredaran 50 Gram Sabu, Kurir Jaringan Dibekuk di Cepiring

“Satu-satunya cara yang bisa mendongkrak cepat ya pendidikan kesetaraan,” ujarnya saat menghadiri Jumpa Apresiasi Warga Pendidikan Kesetaraan (JAWARA) Jawa Tengah di Batang, Jumat (26/6/2026).

Faiz menjelaskan, pihaknya telah meminta Dinas Pendidikan untuk memetakan warga dewasa yang putus sekolah agar dapat mengikuti program kesetaraan. Pemerintah daerah pun mengalokasikan anggaran untuk sedikitnya 2.000 penerima beasiswa setiap tahunnya.

Program tersebut tidak berhenti pada pemberian ijazah semata. Pemkab Batang mengintegrasikan pendidikan kesetaraan dengan program pelatihan kerja Dapat Kerja (Dakar) sehingga peserta memperoleh bekal keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri. Dengan demikian, lulusan Paket C tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga kompetensi yang siap pakai di dunia kerja.

Menurut Faiz, peserta yang mendaftar ke perusahaan tetapi belum memenuhi standar kompetensi yang dibutuhkan akan mengikuti pelatihan terlebih dahulu sebelum kembali mengikuti proses rekrutmen. Skema ini memastikan bahwa setiap peserta memiliki kesempatan yang adil untuk bersaing di pasar tenaga kerja.

“Tahun lalu kami melatih sekitar 2.000 orang. Alhamdulillah lebih dari 1.800 di antaranya sudah terserap ke dunia kerja,” katanya dengan optimistis.

Kebijakan itu lahir dari evaluasi terhadap kondisi IPM Batang yang saat awal masa kepemimpinannya berada di peringkat ke-31 di Jawa Tengah. Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi Batang terus meningkat hingga mendekati delapan persen seiring berkembangnya KEK Batang yang semakin matang.

0 Komentar