KENDAL, RADARPEKALONGAN.ID – Tradisi Sedekah Laut di Kelurahan Bandengan, Kecamatan Kendal, kembali digelar sebagai wujud rasa syukur masyarakat sekaligus memperkuat solidaritas warga dalam menghadapi ancaman banjir rob yang masih melanda kawasan pesisir, Minggu (12/7/2026).
Kegiatan budaya yang telah berlangsung turun-temurun ini juga menjadi momentum untuk mendorong pengembangan Bandengan sebagai Kampung Nelayan Merah Putih.
Rangkaian acara diawali dengan prosesi Kirab Budaya dan Larung Sesaji yang berlangsung meriah pada Sabtu (11/7/2026), diikuti oleh ribuan warga yang antusias menjaga tradisi leluhur. Puncak acara Sedekah Laut sendiri digelar keesokan harinya dengan doa bersama dan pelepasan sesaji ke laut sebagai simbol rasa syukur atas rezeki yang melimpah.
Baca Juga:Forum Anak Batang Hadirkan Permainan Tradisional di CFD, Ajak Anak Lawan Kecanduan GawaiDesak Sekda Dicopot, Koalisi Transparansi Pekalongan Gelar Aksi di Depan Kantor Setda dan DPRD
Lurah Bandengan, Nur Ali, mengatakan bahwa Sedekah Laut bukan sekadar agenda budaya tahunan, tetapi merupakan warisan leluhur yang harus terus dijaga dan dilestarikan oleh generasi penerus. Tradisi ini menjadi pengingat akan sejarah dan identitas budaya masyarakat pesisir Bandengan.
“Sedekah Laut menjadi upaya melestarikan budaya turun-temurun sekaligus bentuk penghormatan kepada para leluhur dan cikal bakal Kelurahan Bandengan, yaitu Mbah Rancang dan Mbah Jenggot,” tegasnya.
Selain sebagai ungkapan syukur kepada Allah SWT atas rezeki dan keselamatan yang telah diberikan, tradisi Sedekah Laut juga menjadi sarana untuk mempererat persatuan warga serta menumbuhkan kembali semangat gotong royong yang mulai tergerus oleh zaman. Kebersamaan ini sangat penting mengingat tantangan yang dihadapi warga pesisir tidaklah ringan.
“Bandengan masih sering dilanda banjir rob. Karena itu, semangat kebersamaan harus terus dijaga agar masyarakat mampu mengatasi dampaknya secara swadaya, di samping tetap mengharapkan dukungan pemerintah,” ujar Nur Ali.
Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, mengapresiasi kekompakan nelayan dan masyarakat Bandengan yang terus menjaga tradisi Sadranan Sedekah Laut dan Bumi.
Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki nilai budaya, sosial, sekaligus ekonomi karena mampu menggerakkan aktivitas masyarakat dan menjadi daya tarik wisata tersendiri.
“Saya memberikan apresiasi yang tinggi kepada para nelayan dan seluruh masyarakat Bandengan yang telah bergotong royong menyukseskan Sedekah Laut. Tradisi ini bukan hanya bentuk rasa syukur kepada Allah SWT, tetapi juga mempererat silaturahmi serta menggerakkan perekonomian masyarakat,” katanya.
