RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – SMP Islam Pekalongan sukses menggelar Tes Kompetensi Akademik (TKA) berbasis Computer Based Test (CBT). Pelaksanaan ujian yang menyasar seluruh siswa kelas IX ini ditujukan untuk mengevaluasi capaian belajar sekaligus memetakan mutu pendidikan di tingkat daerah.
TKA yang berlangsung sejak April 2026 ini merupakan tindak lanjut dari program evaluasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), yang juga didukung penuh oleh Dinas Pendidikan Kota Pekalongan. Pengujian komprehensif ini mencakup materi matematika, survei karakter, serta survei lingkungan belajar.
Ketua Bidang Pendidikan Ma’had Islam, Abdur Rozak, menegaskan bahwa tes ini sepenuhnya berfungsi sebagai instrumen validasi dan tidak memiliki kaitan dengan standar kelulusan peserta didik.
Baca Juga:Pimpin Lagi HNSI Batang, Teguh Tarmujo Soroti Sengkarut Tambat Labuh dan SedimentasiImbas Konflik Timur Tengah, Harga Kedelai Tembus Rp 11.000, Perajin Tahu Tempe Kendal Menjerit
“Kegiatan ini merupakan inisiasi dari Kemendikbudristek yang bertujuan untuk melakukan evaluasi hasil belajar siswa. Perlu dipahami bahwa TKA bukan menjadi penentu kelulusan, melainkan sebagai bentuk validasi terhadap capaian pembelajaran selama di SMP,” kata Abdur Rozak saat meninjau lokasi ujian.
Dalam penerapannya, pihak sekolah sengaja tidak mengagendakan persiapan khusus yang berlebihan menjelang ujian CBT tersebut. Langkah strategis ini diambil agar hasil penilaian yang diperoleh benar-benar merepresentasikan kemampuan asli siswa secara objektif, meski pembekalan materi dasar tetap diberikan sebelumnya.
Kepala SMP Islam Pekalongan, Dimyati, mengapresiasi tingkat partisipasi siswanya. Tercatat, sebanyak 196 siswa putra dan putri mengikuti serangkaian tes ini tanpa kendala berarti.
“Alhamdulillah, seluruh siswa dapat mengikuti TKA dengan lancar. Hal ini tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari yayasan, Kemendikbudristek, hingga Dinas Pendidikan Kota Pekalongan,” ujar Dimyati memberikan keterangan.
Implementasi TKA ini diyakini akan menjadi pijakan basis data yang kuat bagi sekolah dan pemerintah daerah dalam memacu kualitas pendidikan. Ke depan, hasil TKA yang objektif ini juga dapat dimanfaatkan oleh para siswa sebagai salah satu rujukan referensi saat mendaftar ke jenjang pendidikan menengah atas. (mal)
