RADARPEKALONGAN.ID, BATANG – Siapa bilang makanan sehat itu membosankan? Tren bakery alias roti-rotian sehat kini mulai mewabah dan bertransformasi jadi gaya hidup baru di Kabupaten Batang!
Buktinya, sekitar 30 warga tampak super antusias menyerbu acara Mini Baking Class gratis yang digelar di Rizal Bawazier (RB) Center, Pasekaran, Minggu (19/4/2026).
Bukan kaleng-kaleng, kelas ini membongkar habis rahasia dapur pembuatan donat montok berbahan ragi alami yang diklaim jauh lebih aman di perut. Di sini, para peserta tak sekadar duduk manis mendengarkan teori, tapi langsung gaspol praktik mengolah adonan hingga proses finishing yang bikin ngiler!
Baca Juga:Diteror Serbuan Lalat Kandang Ayam, Warga Batursari Pekalongan Protes dan Polisi Turun Tangan MediasiTawuran Gangster Pecah di Permukiman Ngilir Kendal, Satu Warga Terluka Terkena Sabetan Sajam
Narasumber kece dari Magenta Donut, Syifa, membocorkan bahwa penggunaan ragi alami sukses bikin donat naik kelas. Menurutnya, inovasi ini membuka keran cuan yang luar biasa lebar bagi para pelaku usaha rumahan.
“Donat ragi alami lebih sehat dan punya karakter rasa yang khas. Potensinya masih sangat luas untuk digali dan dikembangkan,” beber Syifa memotivasi para peserta.
Bakal Digelar Rutin Dua Bulan Sekali
Melihat antusiasme warga yang membeludak, Pengelola RB Center, Bachtiar, langsung memberikan angin segar. Ia memastikan bahwa wadah belajar gratis semacam kelas baking ini bakal dirutinkan setiap dua bulan sekali!
Tak cuma itu, Bachtiar juga siap menyulap RB Center sebagai markas kolaborasi berbagai komunitas lokal di Batang.
“Kami ingin RB Center menjadi ruang bersama, tidak hanya untuk pelatihan baking, tetapi juga kegiatan komunitas lainnya,” terang Bachtiar mantap.
Penjual Bolang-baling Ikut Berinovasi
Yang bikin salut, kelas kekinian ini ternyata tak hanya dilirik oleh anak muda, tapi juga para pelaku pasar tradisional! Salah satunya adalah Nisan, warga asal Kenconorejo Tulis yang sehari-hari dikenal sebagai penjaja bolang-baling dan jajanan pasar.
Nisan rela ‘turun gunung’ mengikuti pelatihan ini demi meng-upgrade variasi menu dagangannya agar bisa bersaing di tengah gempuran tren makanan sehat.
Baca Juga:Wawalkot Balgis Rombak BP4 Pekalongan: Bukan Cuma Ceramah Pranikah, Siap Dampingi Pasutri Cegah Cerai!Batal Bangun Gedung DPRD demi Jalan, Plt Bupati Pekalongan Minta Kades Jaga Kondusivitas Jelang Pilkades
“Saya ingin belajar hal baru, siapa tahu nanti bisa menambah jualan selain jajanan tradisional,” ungkap Nisan penuh harap. Semangat pantang menyerah meraup cuan yang patut diacungi jempol! (nov)
