RADARPEKALONGAN.ID, KENDAL – Sebuah video amatir yang merekam aksi tawuran brutal antara dua kelompok gangster di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, viral di media sosial. Bentrokan berdarah yang terjadi pada Minggu (19/4/2026) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB tersebut memicu kepanikan luar biasa lantaran merangsek hingga ke kawasan permukiman padat penduduk.
Dalam tayangan video berdurasi 36 dan 38 detik yang beredar luas, tampak kedua kubu saling serang menggunakan senjata tajam dan balok kayu di ruas Jalan Dewi Shinta, Kelurahan Ngilir, Kecamatan Kendal.
Akibat bentrokan komplotan bersenjata tersebut, sejumlah rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan. Tak hanya kerugian materiel, beberapa penduduk setempat turut menjadi korban luka akibat terkena lemparan batu hingga sabetan benda tajam, sehingga harus dilarikan ke rumah sakit terdekat.
Baca Juga:Kejutan Muscab! Niken Larasati Mundur dari Bursa Ketua PKB Kendal, Pilih Fokus Urus Muslimat NUHadiri Harlah ke-80, Wawalkot Balgis Minta Muslimat NU Jawab Tantangan Zaman
Polisi Identifikasi dan Buru Pelaku
Menanggapi insiden yang meresahkan masyarakat tersebut, Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kendal, AKBP Hendry Susanto Sianipar, menyatakan bahwa jajarannya telah turun tangan dan tengah melakukan penyelidikan mendalam.
“Rumah warga rusak dan beberapa penduduk terluka terkena lemparan batu dan benda tajam,” ujar AKBP Hendry saat memberikan keterangan pers didampingi Kasi Humas Iptu Deni Herawan di Mapolres Kendal, Senin (20/4/2026).
Pihak kepolisian saat ini telah mendata seluruh korban dan mengumpulkan keterangan dari para saksi mata guna merekonstruksi kronologi kejadian secara utuh. Proses identifikasi terhadap para pelaku yang terekam dalam video juga tengah dilakukan secara maraton.
“Saat ini kami tengah melakukan identifikasi dan penyelidikan. Bukti-bukti di lapangan terus kami kumpulkan,” tegasnya.
Tingkatkan Patroli dan Imbau Warga Lapor 110
Guna mencegah aksi serupa terulang kembali, Polres Kendal memastikan akan meningkatkan intensitas patroli keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), terutama pada jam-jam rawan di malam hari hingga akhir pekan.
“Kami intensifkan patroli pada jam-jam rawan dan evaluasi pola pengamanan,” ujar Kapolres menambahkan.
Lebih lanjut, AKBP Hendry mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk proaktif melaporkan setiap potensi gangguan keamanan di lingkungannya. Warga diminta tidak segan memanfaatkan layanan kepolisian melalui call center 110.
Baca Juga:Tanggul Sungai Silempeng Pekalongan Jebol Diterjang Pasang, 15 Hektar Sawah TerendamHaru! 10 Sekolah Terdampak Banjir, Kemenag Pekalongan dan Forum GPAI Salurkan Bantuan Sosial
“Jangan ragu melapor. Sinergi masyarakat dan kepolisian menjadi kunci pencegahan,” imbaunya.
