RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Ada pemandangan yang tak biasa dan super inspiratif dari balik jeruji besi! Mengisi waktu masa tahanan tak melulu soal berdiam diri. Hal ini dibuktikan oleh para warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekalongan yang kini tengah sibuk menyulap kain menjadi karya lewat program pelatihan keterampilan menjahit.
Kegiatan positif yang digagas oleh pihak Lapas ini terpantau berjalan seru dan penuh semangat pada Senin (4/5/2026) pagi, tepatnya di area Kegiatan Kerja (Giatja) Lapas setempat.
Bukan sekadar buang waktu, program pembinaan kemandirian ini adalah jurus jitu dari Lapas Pekalongan untuk membekali para narapidana dengan skill tata busana yang menjanjikan. Harapannya, keterampilan ini bisa jadi modal kuat untuk menyambung hidup saat mereka kembali menghirup udara bebas dan membaur dengan masyarakat.
Baca Juga:Kabar Gembira! Pekalongan-Batang Resmi Masuk Proyek Giant Sea Wall, Warga Pesisir Siap Terbebas dari Rob!Miris! 300 Sekolah di Batang Rusak, Terkendala Anggaran Perbaikan Diprediksi Butuh 45 Tahun
Fokus Bikin Pola hingga Gas Mesin Jahit!
Dari pantauan di lokasi, para warga binaan tampak sangat antusias dan serius melahap setiap materi yang diberikan. Mulai dari keahlian dasar seperti pembuatan dan pemotongan pola, hingga unjuk kebolehan menjahit langsung menggunakan mesin.
Mantapnya lagi, seluruh rangkaian proses ini tidak dilepas begitu saja. Para warga binaan didampingi ketat oleh petugas Giatja untuk memastikan hasil jahitan rapi dan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).
Lewat jarum dan benang, kegiatan ini ternyata tak hanya mengasah skill teknis, tapi juga menjadi terapi mental untuk menanamkan kedisiplinan, ketelitian, kesabaran ekstra, hingga tanggung jawab dalam menyelesaikan sebuah pekerjaan.
Modal Penting Rintis Usaha Sendiri Usai Bebas
Melihat antusiasme warganya, Kepala Lapas Kelas IIA Pekalongan, Teguh Suroso, angkat bicara. Ia blak-blakan menyebut bahwa pelatihan menjahit ini adalah salah satu program unggulan yang terus digeber demi masa depan warga binaan.
“Kami ingin memastikan warga binaan memiliki keterampilan nyata yang bisa menjadi bekal untuk membangun kehidupan yang lebih baik setelah bebas. Menjahit memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai usaha mandiri,” tegas Teguh Suroso penuh optimisme.
Ke depannya, lewat tempaan program skill produktif ini, para warga binaan tak hanya sekadar jago menjahit, tetapi juga bisa melirik peluang cuan di dunia konveksi saat masa hukuman mereka tuntas.
