Harga Telur Anjlok, Peternak Kendal Semringah Dapat Guyuran 19 Ribu Ton Jagung SPHP Murah

Harga Telur Anjlok, Peternak Kendal Semringah Dapat Guyuran 19 Ribu Ton Jagung SPHP Murah
ABDUL GHOFUR DISTRIBUSI JAGUNG - Peternak unggas Kabupaten Kendal bersama perwakilan pemerintah dan KPUS Kendal mengikuti pelepasan distribusi jagung program SPHP di gudang Bulog Semarang, Senin (11/5/2026).
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KENDAL – Angin segar akhirnya berembus bagi para peternak ayam petelur di Kabupaten Kendal! Di tengah jeritan hati akibat merosotnya harga jual telur dan meroketnya harga pakan, lebih dari 19 ribu ton jagung program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) resmi digelontorkan oleh pemerintah.

Penyaluran jagung bersubsidi ini dieksekusi langsung melalui Koperasi Peternak Unggas Sejahtera (KPUS) Kendal. Bantuan ini pun langsung disambut sorak-sorai antusias oleh para peternak yang nyaris “napas ngos-ngosan” menanggung biaya produksi gila-gilaan selama beberapa bulan terakhir.

Ketua KPUS Kendal, Suwardi, blak-blakan menyebut program jagung SPHP ini sebagai penyelamat di tengah masa krisis.

Baca Juga:Tragis! Lansia di Poncol Pekalongan Tewas Dianiaya Anak Kandung Pakai Cobek BatuTunggakan PAD Capai Rp 800 Juta, LSM Desak Pemkab Pekalongan Putus Kontrak Pengelola Eks Pendopo

“Di tengah kondisi yang tidak baik-baik saja, produksi telur melimpah tetapi harga justru turun drastis. Mudah-mudahan penyaluran jagung SPHP ini bisa mengurangi beban biaya pakan kami,” beber Suwardi penuh harap.

Pakan Murah Jadi Penyelamat Produksi

Lebih jauh, Suwardi mengungkapkan bahwa melambungnya biaya produksi pakan saat ini tak lepas dari efek domino kondisi global, termasuk imbas konflik internasional. Hal ini membuat bahan baku pakan impor seperti BKK dan SBM—yang sangat vital untuk menjaga produktivitas ayam petelur—menjadi makin mahal dan langka.

“Kalau tidak ada BKK dan SBM, ayam tidak bisa bertelur maksimal. Karena itu kami sangat berterima kasih atas penyaluran jagung SPHP ini,” ungkapnya lega.

Terkait skema pembagiannya, jagung didistribusikan secara adil sesuai kelas usaha peternak. Peternak mikro mendapat jatah kuota untuk stok tiga bulan, peternak kecil untuk dua bulan, dan peternak skala menengah kebagian jatah satu bulan.

“Alhamdulillah Kendal menerima sekitar 19 ribu ton lebih untuk 761 peternak. Jagung kami salurkan dengan harga Rp 5.350 per kilogram sudah sampai ke peternak,” terang Suwardi merinci pembagian tersebut.

Tekan Harga, Bulog Lepas Rp 5.000 per Kg

Di tempat terpisah, Direktur SPHP Badan Pangan Nasional, Maino Dwi Hartono, menegaskan bahwa guyuran jagung murah ini adalah jurus jitu pemerintah untuk memangkas tingginya biaya operasional yang mencekik peternak unggas.

Skemanya, jagung dikeluarkan dari gudang Bulog dengan banderol harga dasar Rp 5.000 per kilogram. Setelah itu, pihak koperasi bertugas mendistribusikannya ke tangan peternak dengan batas harga jual maksimal di angka Rp 5.500 per kilogram.

0 Komentar